Archive for August 2013

OLAH RAGA UNTUK NYERI SENDI

Jika Anda menderita  nyeri punggung atau sendi, rasanya seakan-akan Anda hanya ingin berbaring dan beristirahat seharian, sayangnya hal itu justru akan memperburuk kondisi nyeri Anda. Hasil riset membuktikan, penderita gangguan sendi yang melakukan aktifitas fisik lebih banyak, lebih berhasil mengurangi nyeri tersebut.

Jika gangguan sendi Anda parah, misalnya pada punggung, pinggang, lutut ataupun bahu, disarankan untuk tidak melakukan sembarang olahraga tanpa konsultasi lebih dulu dengan dokter dan trainer khusus. Beberapa jenis latihan yang dapat Anda lakukan adalah :

  • Peregangan. 
    Berbaringlah pada karpet atau matras, kaki bertumpu pada kursi (tumit hingga lutut), sehingga posisi Anda seperti sedang duduk di bangku, atau, berbaringlah dan lipat kaki hingga lutut menempel pada dada.
  • Kardiovaskular. 
    Cukup lakukan gerakan ringan, misalnya, melakukan jalan cepat, tapi jika Anda merasakan nyeri, ganti dengan olahraga berenang.

Adapun beberapa jenis olahraga yang sebaiknya dihindari oleh penderita gangguan sendi, terutama yang terlalu banyak memberikan tekanan pada sendi, seperti berlari, basket (karena banyak melompat), tenis dan golf (karena tulang belakang hanya berputar dan bergerak satu arah saja). Bukan berarti beberapa jenis olahraga ini tidak boleh dilakukan sama sekali, tapi hindari melakukannya secara rutin.

Jika anda ingin mengkonsultasikan kondisi anda, anda dapat mengirimkan email

More

OSTEOARTHRITIS DAN ARTROSKOPI

OSTEOARTHRITIS DAN ARTROSKOPI

Perkapuran sendi (osteoarthritis) tidak sama dengan pengeroposan tulang (osteoporosis). Perkapuran adalah penyakit di dalam sendi, sedangkan osteoporosis adalah penyakit di tulang.
Osteoporosis atau pengeroposan tulang tidak memberikan gejala, tidak menyebabkan nyeri, kecuali jika terjadi patah tulang karena tulang rapuh. Sebaliknya, perkapuran sendi (osteoarthritis) selalu menimbulkan nyeri, terutama di sendi lutut. Perkapuran pada sendi lutut biasanya akan timbul pada usia lebih dari 50 tahun.

Keluhan-keluhan yang diderita pasien osteoarthritis berupa:

  1. Nyeri, yang bisa bertambah hebat dengan bertambahnya aktifitas.
  2. Pada keadaan lanjut, nyeri tetap timbul walaupun sedang istirahat.
  3. Sendi Lutut menjadi kaku dan tidak dapat dilipat / ditekuk dengan sempurna.
  4. Sering tungkai jadi berbentuk ‘O’ atau ‘X’.
  5. Timbul bunyi di sendi lutut setiap kali bergerak.
  6. Timbul bengkak.

 

Pengobatan Perkapuran (Osteoarthritis/OA) sendi lutut sangat beragam, tergantung dari tingkat keparahan perkapuran itu sendiri. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh untuk terjadinya perkapuran sendi lutut: Usia (> 50 tahun) dan Berat badan (gemuk).
Pada kasus perkapuran sendi lutut yang dini, pengobatan mulai dengan pengurangan berat badan, beberapa latihan khusus lutut, pemakaian alat bantu seperti tongkat dan fisioterapi. Pada kasus perkapuran yang lebih lanjut, perlu ditambahkan beberapa obat-obatan. nyeri sendi

Pada tahap berikutnya dimana pengobatan-pengobatan di atas tidak memberikan hasil yang memuaskan, kadang-kadang diperlukan tindakan pembedahan / operasi. Operasi untuk perkapuran sendi lutut yang sederhana adalah Arthroscopyatau sering dikenal sebagai operasi ‘Teropong Sendi Lutut’. Arthroscopy adalah tindakan bedah sayatan kecil (Minimal Invasive Surgery), operasi ini hanya memerlukan luka kurang dari 1 (satu) cm. Operasi ini akan membersihkan ‘kotoran’ atau debri yang dihasilkan oleh proses pengapuran.

nyeri sendi 2Sering operasi Arthroscopy disebut ‘Patient Friendly Surgery‘ karena setelah operasi pasien tidak memerlukan alat bantu misalnya tongkat atau gips dan pasien dapat cepat pulih kembali ke aktifitas normal.
Di Rumah Sakit Pondok Indah, kami memakai High-Definition Arthroscopic Camera System yang memberikan nilai diagnostik yang sangat akurat untuk tindakan pembersihan yang maksimal.

Namun pada kasus-kasus perkapuran lanjut, sering kali pasien terpaksa harus menjalani operasi Total Knee Arthroplasty atau ‘Ganti Sendi’ agar dapat kembali melakukan aktifitasnya sehari-hari.

operasi sendi

Sesudah operasi

Operasi Total Knee Arthroplasty digunakan  sistem Navigasi atau yang dikenal sebagai ‘Computer Asissted Surgery‘ untuk mendapat hasil operasi dengan ketepatan tinggi sehingga memberikan hasil fungsi lutut yang optimal.

Material Standard     material operasi

Material Oxinium ®

Operasi ini berlangsung kira-kira 1½ (satu setengah) jam, pasien tidak dibius umum, hanya bius setempat.

 

More

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN

DIABETES MELITUS

(disarikan dari Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus di Indonesia : Perkeni 2006)

Alwi Shahab

Subbagian Endokrinologi Metabolik

Bagian Ilmu Penyakit Dalam

FK Unsri/ RSMH Palembang

 

I. PendahuluanYang dimaksud dengan Diabetes Melitus adalah suatu penyakit kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa didalam darah. Penyakit ini dapat menyerang segala lapisan umur dan sosial ekonomi. Di  Indonesia saat ini penyakit DM belum menempati skala prioritas utama pelayanan kesehatan walaupun sudah jelas dampak negatifnya , yaitu berupa penurunan kualitas SDM , terutama akibat penyulit menahun yang ditimbulkannya.

Dari berbagai penelitian epidemiologis di Indonesia didapatkan prevalensi DM sebesar 1,5 – 2,3 % pada penduduk usia lebih dari 15 tahun, bahkan pada suatu penelitian epidemiologis di Manado didapatkan prevalensi DM 6,1 %.  Penelitian yang dilakukan di Jakarta, Surabaya, Makasar dan kota-kota lain di Indonesia  membuktikan adanya kenaikan prevalensi  dari tahun ketahun.  Berdasarkan pola pertambahan penduduk , diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia diatas 20 tahun dan dengan asumsi prevalensi DM sebesar 4 % akan didapatkan 7 juta pasien DM , suatu jumlah yang sangat besar untuk dapat ditangani oleh dokter spesialis / subspesialis / endokrinologis.

Dalam strategi pelayanan kesehatan bagi penderita DM, yang seyogyanya diintegrasikan kedalam pelayanan kesehatan primer, peran dokter umum adalah sangat penting. Kasus DM yang tanpa disertai dengan penyulit dapat dikelola dengan tuntas oleh dokter umum. Apalagi kalau kemudian kadar glukosa darah ternyata dapat terkendali baik dengan pengelolaan ditingkat pelayanan kesehatan primer. Tentu saja harus ditekankan pentingnya tindak lanjut  jangka panjang pada para pasien tersebut. Pasien yang potensial akan menderita penyulit DM perlu secara periodik dikonsultasikan kepada dokter ahli terkait ataupun kepada tim pengelola DM pada tingkat lebih tinggi di rumah sakit rujukan. Kemudian mereka dapat dikirim kembali kepada dokter yang biasa mengelolanya. Demikian pula pasien DM yang sukar terkendali kadar glukosa darahnya, pasien DM dengan penyulit, apalagi penyulit yang potensial fatal, perlu dan harus ditangani oleh instansi yang lebih mampu dengan peralatan yang lebih lengkap, dalam hal ini Pusat DM di Fakultas Kedokteran / Rumah Sakit Pendidikan / RS Rujukan Utama.  Untuk mendapatkan hasil pengelolaan yang tepat guna dan berhasil guna bagi pasien DM dan untuk menekan angka penyulit, diperlukan suatu standar pelayanan minimal bagi penderita DM. Diabetes Melitus adalah penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup, sehingga yang berperan dalam pengelolaannya tidak hanya dokter, perawat dan ahli gizi, tetapi lebih penting lagi keikutsertaan  pasien sendiri dan keluarganya. Penyuluhan  kepada pasien dan keluarganya akan sangat membantu meningkatkan keikutsertaan mereka dalam usaha memperbaiki hasil pengelolaan DM.

 

II. Diagnosis

Diagnosis DM harus didasarkan atas pemeriksaan kadar glukosa darah, tidak dapat ditegakkan hanya atas dasar adanya glukosuria saja. Dalam menegakkan diagnosis DM harus diperhatikan asal bahan darah yang diambil dan cara pemeriksaan yang dipakai. Untuk diagnosis DM, pemeriksaan yang dianjurkan adalah  pemeriksaan glukosa dengan cara enzimatik dengan bahan glukosa darah plasma vena. Untuk memastikan diagnosis DM, pemeriksaan glukosa darah seyogyanya dilakukan di laboratorium klinik yang terpercaya . Untuk memantau kadar glukosa darah dapat dipakai bahan darah kapiler.  Saat ini banyak dipasarkan alat pengukur kadar glukosa darah cara reagen kering yang umumnya sederhana dan mudah dipakai. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah memakai alat-alat tersebut dapat dipercaya sejauh kalibrasi dilakukan dengan baik dan cara pemeriksaan sesuai dengan cara standar yang dianjurkan. Secara berkala , hasil pemantauan dengan cara reagen kering perlu dibandingkan dengan cara konvensional.

 

A. Pemeriksaan Penyaring

Pemeriksaan penyaring yang khusus ditujukan untuk DM pada penduduk umumnya (mass-screening = pemeriksaan penyaring) tidak dianjurkan karena disamping biaya yang mahal, rencana tindak lanjut bagi mereka yang positif belum ada.  Bagi mereka yang mendapat kesempatan untuk pemeriksaan penyaring bersama penyakit lain (general check up) , adanya pemeriksaan penyaring untuk DM dalam rangkaian pemeriksaan tersebut sangat dianjurkan.

Pemeriksaan penyaring perlu dilakukan pada kelompok  dengan salah satu faktor risiko untuk DM, yaitu :

–         kelompok usia dewasa tua ( > 45 tahun )

–         kegemukan {BB (kg) > 120% BB idaman atau IMT > 27 (kg/m2)}

–         tekanan darah tinggi (> 140/90 mmHg)

–         riwayat keluarga DM

–         riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi > 4000 gram

–         riwayat DM pada kehamilan

–         dislipidemia (HDL < 35 mg/dl dan atau Trigliserida > 250 mg/dl

–         pernah TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau  GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu)

 

Tabel 1. Kadar glukosa darah sewaktu* dan puasa* sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM (mg/dl)

*metode enzimatik

 

B.     Langkah-langkah untuk  menegakkan diagnosis Diabetes Melitus

 

Diagnosis klinis DM umumnya akan dipikirkan bila ada keluhan khas DM berupa poliuria, polidipsia, polifagia, lemah, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Keluhan lain yang mungkin dikemukakan pasien adalah kesemutan, gatal, mata kabur dan impotensia pada pasien pria, serta pruritus vulvae pada pasien wanita. Jika keluhan khas, pemeriksaan glukosa darah sewaktu ³  200 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa  ³ 126 mg/dl juga digunakan untuk patokan diagnosis DM.  Untuk kelompok tanpa keluhan khas DM, hasil pemeriksaan glukosa darah yang baru satu kali saja abnormal , belum cukup kuat untuk  menegakkan diagnosis klinis DM. Diperlukan pemastian lebih lanjut dengan menddapatkan sekali lagi angka abnormal, baik kadar glukosa darah puasa ³126 mg/dl, kadar glukosa darah sewaktu ³ 200 mg/dl pada hari yang lain, atau dari hasil tes toleransi glukosa oral (TTGO) yang abnormal.

 

Cara pelaksanaan TTGO (WHO 1985)

–         3 (tiga) hari sebelumnya makan seperti biasa

–         kegiatan jasmani secukupnya, seperti yang biasa dilakukan

–         puasa semalam, selama 10-12 jam

–         kadar glukosa darah puasa diperiksa

–         diberikan glukosa 75 gram atau 1,75 gram/kgBB, dilarutkan dalam air 250 ml dan diminum selama/dalam

waktu 5 menit

–         diperiksa kadar glukosa darah 2 (dua) jam sesudah beban glukosa; selama pemeriksaan subyek yang

diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok.

 

Kriteria diagnostik Diabetes Melitus*

1. Kadar glukosa darah sewaktu (plasma vena) ³ 200 mg/dl  , atau

2. Kadar glukosa darah puasa (plasma vena) ³ 126 mg/dl

(Puasa berarti tidak ada masukan kalori sejak 10 jam terakhir )  atau

Kadar glukosa plasma ³ 200 mg/dl pada 2 jam sesudah beban glukosa 75 gram pada TTGO**

 

* Kriteria diagnostik tsb harus dikonfirmasi ulang pada hari yang lain, kecuali untuk keadaan khas hiperglikemia dengan dekompensasi metabolik akut, seperti ketoasidosis atau berat badan yang menurun cepat.

**Cara diagnosis dengan kriteria ini tidak dipakai rutin diklinik.

 

III. Klasifikasi

Klasifikasi DM yang  dianjurkan oleh PERKENI ( Perkumpulan Endokrinologi Indonesia )adalah yang sesuai dengan anjuran klasifikasi DM menurut American Diabetes Association (ADA) 1997, sbg berikut :

1.      Diabetes Melitus tipe 1 (destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut) :

§         Autoimun

§         Idiopatik (tidak diketahui penyebabnya)

2.      Diabetes Melitus tipe 2 (bervariasi mulai dari yang terutama dominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulin)

3.      Diabetes Melitus tipe lain :

A.     Defek genetik fungsi sel beta :

*        Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY) 1,2,3.

*        DNA mitokondria

B.     Defek genetik kerja insulin

C.     Penyakit endokrin pankreas :

*        pankreatitis

*        tumor pankreas /pankreatektomi

*        pankreatopati fibrokalkulus

D.     Endokrinopati :

*        akromegali

*        sindrom Cushing

*        feokromositoma

*        hipertiroidisme

E.      Karena obat/zat kimia :

*        vacor, pentamidin, asam nikotinat

*        glukokortikoid, hormon tiroid

*        tiazid, dilantin, interferon alfa dan lain-lain

F.      Infeksi :

*        Rubella kongenital, Cytomegalovirus (CMV)

G.     Sebab imunologi yang jarang :

*        antibodi anti insulin

H.     Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan DM :

*        sindrom Down, sindrom Kleinfelter, sindrom  Turner, dan lain-lain.

 

4.      Diabetes Melitus Gestasional (DMG)

 

IV. Pengelolaan

Tujuan :

 

1.     Jangka pendek : menghilangkan keluhan/gejala DM dan mempertahankan rasa nyaman dan sehat.

2.     Jangka panjang : mencegah penyulit, baik makroangiopati, mikroangiopati maupun neuropati, dengan tujuan akhir menurunkan morbiditas dan mortilitas DM.

3.    Cara : menormalkan kadar glukosa, lipid, insulin.

Mengingat mekanisme dasar kelainan DM tipe-2 adalah terdapatnya faktor genetik, tekanan darah, resistensi insulin dan insufisiensi sel beta pankreas, maka cara-cara untuk memperbaiki kelainan dasar yang dapat dikoreksi  harus tercermin pada langkah pengelolaan.

4.    Kegiatan : mengelola pasien secara holistik, mengajarkan perawatan mandiri dan melakukan promosi perubahan perilaku.

 

Pilar utama pengelolaan DM :
1. Edukasi

2. Perencanaan makan 

3. Latihan jasmani

4. Obat-obatan

Pada dasarnya, pengelolaan DM dimulai dengan pengaturan makan disertai dengan latihan jasmani yang cukup selama beberapa waktu (2-4 minggu). Bila setelah itu kadar glukosa darah masih belum dapat memenuhi kadar sasaran metabolik yang diinginkan, baru dilakukan intervensi farmakologik dengan obat-obat anti diabetes  oral atau suntikan insulin sesuai dengan indikasi. Dalam keadaan dekompensasi metabolik berat, misalnya ketoasidosis, DM dengan stres berat, berat badan yang menurun dengan cepat, insulin dapat segera diberikan. Pada keadaan tertentu obat-obat anti diabetes juga dapat digunakan  sesuai dengan indikasi dan dosis menurut petunjuk dokter. Pemantauan kadar glukosa darah bila dimungkinkan dapat dilakukan sendiri di rumah, setelah mendapat pelatihan khusus untuk itu.

 

Edukasi

 

Diabetes Tipe 2 biasa terjadi pada usia dewasa, suatu periode dimana telah terbentuk kokoh pola gaya hidup dan perilaku. Pengelolaan mandiri diabetes secara optimal membutuhkan partisipasi aktif pasien dalam merubah perilaku yang tidak sehat. Tim kesehatan harus mendampingi pasien dalam perubahan perilaku tersebut, yang berlangsung seumur hidup. Keberhasilan dalam mencapai perubahan perilaku, membutuhkan edukasi, pengembangan keterampilan (skill), dan motivasi yang berkenaan dengan:

makan makanan sehat;
kegiatan jasmani secara teratur;
menggunakan obat diabetes secara aman, teratur, dan pada waktu-waktu yang spesifik;
melakukan pemantauan glukosa darah mandiri dan memanfaatkan berbagai informasi yang ada;
melakukan perawatan kaki secara berkala;
mengelola diabetes dengan tepat;
mengembangkan sistem pendukung dan mengajarkan keterampilan;
dapat mempergunakan fasilitas perawatan kesehatan.

 

Edukasi (penyuluhan) secara individual dan pendekatan berdasarkan penyelesaian masalah merupakan inti perubahan perilaku yang berhasil. Perubahan perilaku hampir sama dengan proses edukasi dan memerlukan penilaian, perencanaan, implementasi, dokumentasi, dan evaluasi.

 

 

Perencanaan makan

Diabetes tipe 2 merupakan suatu penyakit dengan penyebab heterogen, sehingga tidak ada satu  cara makan khusus yang dapat mengatasi kelainan ini secara umum. Perencanaan makan harus disesuaikan menurut masing-masing individu. Pada saat ini yang dimaksud dengan karbohidrat adalah gula, tepung dan serat, sedang istilah gula sederhana/simpel, karbohidrat kompleks dan karbohidrat kerja cepat tidak digunakan lagi. Penelitian pada orang sehat maupun mereka dengan risiko diabetes mendukung akan perlunya dimasukannya makanan yang mengandung karbohidrat terutama yang berasal dari padi-padian, buah-buahan, dan susu rendah lemak dalam menu makanan orang dengan diabetes. Banyak faktor yang berpengaruh pada respons glikemik makanan, termasuk didalamnya adalah macam gula: (glukosa, fruktosa, sukrosa, laktosa), bentuk tepung (amilose, amilopektin dan tepung resisten), cara memasak, proses penyiapan makanan, dan bentuk makanan serta komponen makanan lainnya (lemak, protein). Pada diabetes tipe 1 dan tipe 2, pemberian makanan yang berasal dari berbagai bentuk tepung atau sukrosa, baik langsung maupun 6 minggu kemudian ternyata tidak mengalami perbedaan repons glikemik, bila jumlah karbohidratnya sama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah total kalori dari makanan lebih penting daripada sumber atau macam makanannya.

Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi yang seimbang dalam hal karbohidrat, protein, dan lemak, sesuai dengan kecukupan gizi baik sebagai berikut:

Karbohidrat      60-70%
Protein             10-15%
Lemak              20-25%
Jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status gizi, umur, stres akut, dan kegiatan jasmani untuk mencapai dan mempertahankan berat badan idaman.

 

Untuk penentuan status gizi, dipakai Body Mass Index (BMI) = Indeks Massa Tubuh (IMT).

IMT = BB(kg)/TB(m2)

Tabel 2. Klasifikasi IMT (Asia Pasific)

Klasifikasi IMT (Asia Pasific)

         Lingkar Perut

<90cm (Pria)

<80cm (Wanita)

>90cm  (Pria)>80cm  (Wanita)

Risk of co-morbidities
BB Kurang       <18,5BB Normal       18,5-22,9

BB Lebih          >23,0   :

–         Dengan risiko : 23,0-24,9

–         Obes I             : 25,0-29,9

–         Obes II            : ≥ 30

 

 RendahRata-rata

Meningkat

Sedang

Berat

Rata-rataMeningkat

 

Sedang

Berat

Sangat berat

 

Untuk kepentingan klinik praktis, dan menghitung jumlah kalori, penentuan status gizi memanfaatkan rumus Broca, yaitu: Berat Badan Idaman (BBI) = (TB-100) – 10%

 

Status gizi:

BB kurang bila BB < 90% BBI

BB normal bila BB 90-110% BBI

BB lebih bila BB 110-120% BBI

Gemuk bila BB >120% BBI

 

Bukan DM   

Belum pasti  DM

 DM       

Kadar glukosa darah sewaktu
plasma vena      

< 110 

  110 – 199     

³ 200

darah kapiler   

   <   90     

     90  – 199         

³ 200

Kadar glukosa darah puasa
plasma vena     

  < 110   

110 – 125

³ 126

darah  kapiler                           

<   90 

  90  – 109  

 ³ 110  

 

More

Cara Pencegahan Nyeri Sendi

Cara Pencegahan Nyeri Sendi

nyeri sendi akut 2Nyeri sendi terutama pada lutut, dapat diakibatkan karena berbagai sebab. Penyebab terpenting adalah  pengapuran yang umum dikenal sebagai osteoarthtritis. Bila sudah terjadi, kondisi ini akan mengakibatkan berbagai keluhan antara lain nyeri sendi  yang memberat dengan aktivitas , dan membaik dengan istirahat. Anda juga akan sering mengeluhkan adanya bunyi “krepitasi “ pada sendi lutut. Jika sudah terjadi, yang bisa dilakukan adalah mencegah kerusakan lebih lanjut. Terapi untuk penyembuhan secara total  pada kerusakan yang sudah berat hanyalah dengan tindakan ganti sendi ( arthtroplasty). Nah, anda pasti ingin mencegah agar hal tersebut tidak terjadi.

Berikut adalah berbagai gerakan mudah dan sederhana untuk menjaga dan merawat agar sendi anda

1. Squat

Squat (jongkok-berdiri) adalah salah satu jenis latihan kekuatan yang mengasah otot-otot terutama pada paha, pinggul dan bokong, paha belakang, serta memperkuat tulang.  Dengan gerakan ini, otot anda terutama bagian paha akan menjadi lebih kuat sehingga mampu menopang beban tubuh anda

2. Legcurl

Gerakan Leg Curl merupakan latihan isolasi untuk melatih otot paha belakang (hamstring). Latihan ini dapat bervariasi antara posisi telungkup atau berbaring maupun dengan cara berdiri.

3. Calvesraise

Ini merupakan gerakan untuk melatih otot betis. Untuk melakukannya,  Anda cukup berdiri dengan kaki dibuka selebar pinggul. Jika butuh penyeimbang, gunakan kursi atau bersandar pada tembok. Secara perlahan jinjit pada ujung kaki sambil mempertahankan torso dan kaki tetap lurus. Tahan dan turunkan kembali. Lakukan terus secara berulang

Anda sebaiknya meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung calcium. Makanan seperti salmon, almond,kacang polong, jeruk, bayam adalah sumber calcium terbaik. Yang  terpenting dari pencegahan osteoarthtritis adalah menjaga agar badan anda tetap ideal. Cobalah untuk turunkan beban anda dan rasakan perbaikan yang signifikan dari nyeri anda

Anda ingin tahu caranya untuk menurunkan berat badan secara mudah?

Coba Baca link berikut : www.dokterobesitas.blogspot.com

 

 

More

ATASI NYERI SENDI SAAT AKUT

ATASI NYERI SENDI SAAT AKUT

nyeri sendi akutLutut adalah bagian yang sendi yang sering terluka dan jika nyeri, rasa sakitnya benar-benar menyiksa. Lantas bagaimana cara mengatasinya? Simak cara tepat mengatasi nyeri lutut selengkapnya berikut ini.

  1. Istirahatkan Sendi Anda. Hindarilah posisi yang akan semakin memperberat nyeri sendi seperti menekuk lutut
  2. Kompres dengan menggunakan es batu. Jangan lupa gunakan kain untuk membungkus es
  3. Hindari penggunaan sepatu berhak tinggi
  4. Lihat kembali sepatu anda. Ada kalanya penggunaan sepatu yang salah akan memperberat nyeri sendi
  5. Bila dengan pemberian es tidak membaik, anda dapat mengkonsumsi tablet penghilang nyeri seperti ibuprofen ( dengan catatan tidak didapatkan alergi)
  6. Lakukan olah raga non weight bearing. Yang terbaik adalah olah raga renang dan bersepeda

Usahakan berolah raga 3 hingga 5 kali seminggu dengan durasi 20 menit.

 

Bagaimana ? selamat mencoba

More

Anda pernah mengalami nyeri pada lutut?

Anda pernah mengalami nyeri pada lutut?

Mungkin hampir setiap orang pernah mengalami nyeri lutut, karena lutut merupakan salah satu sendi tubuh yang rentan terhadap nyeri.

Sendi tubuh memiliki fungsi utama sebagai penghubung antara tulang yang satu dengan yang lainnya sehingga memungkinkan Anda dapat bergerak dengan bebas.

Sendi terdiri dari ligamen dan dan tulang rawan, jika sendi terlumasi dengan baik maka tulang bisa bergerak dengan lancar.

Penyebab Nyeri Lutut

Seiring dengan bertambahnya usia, tulang rawan yang melapisi lutut akan berubah menjadi lebih tipis.

Permukaan lutut akan tidak selicin dan sebaik sebelumnya sehingga bisa memicu terjadinya osteoarthritis.

Osteoarthritis ditandai dengan saling menggeseknya tulang satu dengan yang lain secara kasar sehingga dapat menimbulkan rasa sakit dan inflamasi atau peradangan.

Selain itu, semakin bertambahnya usia maka elasitisitas ligamen akan berkurang. Hal ini disebabkan karena perubahan kimia dalam protein yang membentuk ligamen.

Oleh karena itu, ligamen akan lebih mudah robek dan proses penyembuhannya menjadi lebih lambat.

3 Tips Mengurangi Nyeri pada Sendi Lutut

1. Perkuat Otot-otot di Sekitar Lutut dengan Melakukan Peregangan

Lakukan stretching atau peregangan pada paha belakang, betis, dan paha depan. Merawat otot-otot ini dengan melakukan peregangan bisa mengurangi rasa sakit di lutut.

Lakukan juga gerakan-gerakan seperti jongkok, menarik kaki ke belakang pantat, dan gerakan lainnya untuk melatih otot-otot tersebut.

2. Konsumsi Makanan yang Kaya Kalsium

Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium bisa membantu mengurangi dan mencegah sakit di sendi lutut.

Makanan yang kaya akan kalsium diantaranya adalah almond, kacang polong, jeruk, bayam, buncis, ikan salmon, sarden, dan produk susu seperti yoghurt dan susu skim.

3. Menjaga Berat Badan

Kelebihan berat badan atau obesitas telah terbukti bisa menambah ketegangan dan beban pada lutut yang akan menimbulkan rasa nyeri.

Menjaga badan tetap aktif dan berolahraga setidaknya selama 20 menit, 3-5 kali dalam seminggu, serta menghindari makanan olahan dan tinggi lemak bisa meminimalkan efek negatif yang diterima oleh lutut.[]

 

More

3 Penyebab Tersering Nyeri Sendi

3 Penyebab utama nyeri sendi

Nyeri sendi adalah penyakit yang sering diderita oleh masyarakat pada umumnya. Akan tetapi banyak yang salah kaprah. Nyeri sendi tidak selalu sama dengan asam urat. Sering kali  kita dengar, apapun penyebab nyeri sendi dan dimanapun lokasinya, asam urat  selalu dinyatakan sebagai penyebab.  Benarkah demikian ? Mari kita simak penjelasan berikut

Nyeri sendi ditandai oleh pembengkakan, peradangan, kekakuan, atau pembatasan gerakan.  Untuk mendiagnosis penyebab nyeri sendi, dokter perlu melihat penyebab lain seperti ada tidaknya  gejala seperti  sakit kepala berat, sakit perut, demam, atau menggigil. Jadi nyeri sendi tidak hanya disebabkan oleh karena penyakit yang menyerang sendi, bisa juga disebabkan kondisi sistemik seperti influenza  demam berdarah, penyakit autoimun, dan infeksi bakterial

Berikut adalah 3 penyebab umum sakit persendian

1. Penyakit rematik (rheumatoid arthritis)

Rematik bukanlah penyakit khas usia tua.  Malah sebaliknya, wanita muda paling sering terkena rhematoid arthtritis. Gejala yang sering didapatkan yaitu nyeri sendi yang simetris ( rata ) antara tangan kanan dan kiri, terutama diawali di bagian jari jari tangan. Kondisi ini diakibatkan karena kerusakan sistem autoimun sehingga tubuh menghasilkan zat yang menyebabkan peradangan, terutama pada sendi.  Sendi akan tampak kemerahan, bengkak dan nyeri jika dipegang. Lama kelamaan bisa terjadi kerusakan pada sendi dan terjadi kecacatan ( deformitas ).

2. Osteoartritis

Osteoartritis adalah penyakit sendi degeneratif (umumnya menyerang mereka yang berusia di atas 45 tahun). Osteoarthtritis paling sering mengenai sendi lutut dan biasanya lutut akan terasa nyeri bila digerakkan disertai krepitasi ( berbunyi) , terutama bila melakukan aktivitas berlebih. Tanda peradangan seperti bengkak, kemerahan dan adanya cairan ( efusi ) tidak selalu didapatkan. Beberapa faktor predisposisi osteoarthtritis  yaitu usia tua (diatas 45 tahun ) , berat badan berlebih atau akibat trauma yang terus menerus misal akibat olah raga. Osteoathtritis bisa terjadi tidak hanya pada sendi lutut tapi juga pada tulang belakang, persendian dan jari tangan.

3 Gout (asam urat)

Gout athtritis terutama terjadi pada pria , jarang didapatkan pada wanita. Gejala yang khas yaiu adanya nyeri pada ruas ibu jari kaki, yang dikenal sebagai podagra. Nyeri ini terutama pada malam hari dan terjadi mendadak. Berbagai faktor predisposisi seperti riwayat trauma, adanya konsumsi alkohol, makan makanan yang kaya purin dan jenis kelamin pria. Saat serangan, asam urat ini dapat diobati dengan nsaid ( penghilang rasa nyeri) biasa.

Selain kelima kondisi di atas, SLE ( lupus eritematosus ) dan penyakit infeksi seperti demam rematik, gondongan, cacar air, hepatitis, dan influenza juga dapat menyebabkan nyeri persendian.

More

BAGAIMANA CARA DIAGNOSIS NYERI PUNGGUNG?

Apa yang akan dilakukan olah dokter anda saat anda berkonsultasi di rumah sakit ?

Saat anda pertama kali menemui dokter, anda akan diberikan banyak pertanyaan mengenai nyeri punggung anda termasuk seberapa sering nyeri ini akan timbul dan juga derajat keparahannya.  Dokter anda akan menentukan penyebab dari nyeri punggung anda dan memberikan beberapa modalitas terapi  seperti es, analgetik ringan , terapi fisikal dan latihan yang  sesuai. Kebanyakan nyeri punggung akan membaik dengan pendekatan ini .

Pertanyaan apa yang akan diajukan oleh dokter anda ?

  •  Apakah nyeri punggung anda berada pada satu sisi atau pada kedua sisi punggung
  • Bagaimanakah rasa nyeri tersebut ?  apakah terasa menetap, terasa menusuk , tajam atau terasa terbakar ?
  • Apakah ini pertama kali anda mengalami nyeri punggung?
  • Kapankah nyeri tersebut dimulai , apakah mulai secara mendadak ?
  • Apakah sebelumnya ada riwayat trauma atau riwayat kecelakaan ?
  • Apakah yang anda lakukan sebelum mulai timbul rasa nyeri ?apakah anda mengangkat barang atau membungkuk ?  apakah anda duduk di komputer anda  atau mengendarai mobil pada jarak yang jauh ?
  • Apakah anda tau penyebab dari nyeri punggung sebelumnya ?
  • Seberapa lamakah setiap episode dari nyeri punggung biasanya berlangsung ?
  • Apakah anda merasakan nyeri di bagian lain dari tubuh anda seperti pada punggung anda, paha anda , kaki anda atau telapak kaki anda ?
  • Apakah anda merasakan adanya mati rasa atau sensasi kesemutan ?  adakah kelemahan  atau hilangnya fungsi  dari kaki anda atau bagian lain dari tubuh anda ?
  • Apakah yang membuat nyeri anda semakin  parah ? mengangkat barang , berdiri atau duduk dalam waktu yang lama ?
  • Apakah yang membuat nyeri punggung anda membaik ?
  • Apakah ada gejala lain yang timbul? Penurunan berat badan , demam, Perubahan saat buang air kecil , perubahan dari pola buang air besar ?

Selama pemeriksaan fisik , dokter anda akan melokalisasi letak nyeri dan mempelajari bagaimana kondisi ini akan mempengaruhi pergerakan anda. Anda akan diminta untuk :

  •  Dduduk , berdiri dan berjalan . Saat berjalan , dokter anda akan emminta anda untuk mencoba berjalan pada  jemari anda kemudian pada telapak kaki anda. .
  •  Membungkuk ke depan , ke belakang dan menyamping .
  • Mengangkat kaki anda lurus saat berbaring. Bila nyeri bertambah berat saat anda melakukan tindakan ini, anda mungkin memiliki sciatica  ( keradangan pada saraf ischiadikus ) , terutama bila anda juga merasakan nyeri dan kesemutan pada salah satu kaki anda.

Dokter anda juga akan menggerakkan kaki anda pada banyak posisi berbeda termasuk membungkuk dan meluruskan kaki anda, dokter juga akan menilai kekuatan anda termasuk kekuatan anda untuk bergerak .

Untuk menilai fungsi saraf, dokter anda akan menggunakan suatu hammer ( palu ) untuk memeriksa refleks anda. Menyentuh kaki anda pada berbagai likasi dengan sebuah jarum , dengan kapas atau dengan bulu , untuk memeriksa sistem saraf anda . Dokter juga akan mengisntruksikan anda untuk mengatakan jika ada daerah dimana sensai dari jarum , kapas atau bulu .

Pada kondisi di bawah ini, kami akan memeriksa anda dengan pemeriksaan lanjutan.

    1. Nyeri yang berlangsung lebih lama dari 1 bulan
    2. Aadanya mati rasa
    3. Kelemahan otot
    4. Adanya riwayat trauma
    5. Demam
    6. Anda diatas usia 65 tahun
    7. Anda dengan kecurigaan ke arah kanker atau anda dengan riwayat keluarga terkena kanker
    8. Adanya penurunan berat badan

Dalam kondisi ini, kami  akan mencari adanya kemungkinan tumor, infeksi , patah tulang ataupun kelainan pada saraf yang lebih serius.  Pemeriksaan yang bisa  diusulkan adalah pemeriksaan x ray, myelogram  ( X ray atau CT scan ) MRI. Perawatan lebih lanjut , penggunaan traksi atau tindakan bedah tulang belakang  harus dipertimbangkan jika ada kerusakan dari saraf  ataupun tidak ada penyembuhan setelah terapi berlangsung lama

Kadang kami akan menyarankan pemberian terapi fisik ( rehabilitasi ). Dokter anda akan menentukan apakah anda akan membutuhkan rehabilitasi . Anda juga akan mempelajari cara-cara untuk mencegah timbulnya nyeri punggung kembali .

 

More

Pencegahan Nyeri Punggung

Latihan sangatlah penting untuk mencegah nyeri punggung.

Melalui latihan teratur anda dapat memperoleh banyak kegunaan diantaranya :

  • Memperbaiki postur anda
  • Memperkuat punggung anda dan meningkakan fleksibilitas
  • Menghindari berat badan yang turun
  • Hindari jatuh

Untuk menghindari nyeri punggung, sangatlah penting mempelajari cara mengangkat barang yang benar. Jika anda akan mengangkat barang ,lakukanlah hal di bawah ini

  • Bila barang terlalu berat , mintalah tolong
  • Lebarkan kedua kaki anda agar mendapatkan support yang cukup
  • Berdiri sedekat mungkin dengan obyek yang akan anda angkat
  • Berlututlah pada kaki anda dan tidak pada panggul anda
  • Ketatkan otot perut anda saat anda mengangkat barang berat  atau saat akan menurunkannua .
  • Peganglah barang tersebut sedekt mungkin dengan tubuh anda
  • Angkatlah dengan menggunakan otot kaki anda .
  • Saat anda berdiri dengan membawa obyek tersebut, jangan membungkuk
  • Jangan melakukan tindakan memutar pada punggung saat anda membawa barang tersebut .

 Anda juga dapat mencegah timbulnya nyeri punggung dengan tindakan di bawah ini :

  • Hindari berdiri lama untuk waktu yang lama.  Bila tidak memungkinkan anda duduk , gunakan kaki anda secara bergantian  kaki kanan dan kiri
  •  Jangan menggunakan sepatu hak tinggi . Gunakan sepatu dengan bantalan lunak saat berjalan
  • Bila duduk  saat bekerja, terutama saat menggunakan komputer, yakinkan bahwa kursi anda memiliki sandaran lurus atau memilik sandaran lengan.
  • Gunakan kursi dibawah kaki anda saat duduk sehingga lutut anda lebih tinggi dari panggul anda .
  • Letakkan bantal kecil atau guling kecil di belakang punggung anda bagian bawah jika anda duduk atau menyetir terlalu lama.
  • Bila anda menyetir jarak jauh, berhentilan dan berjalanlah keluar mobil setiap jam. Jauhkan jarak setir sejauh anda , Jangan mengangkat barang berat terutama setalah anda menyetir jauh
  • Stop merokok
  • Turunkan berat badan
  • Lakukan olah raga ringan seperti yoga, taichi ataupun pemijatan

 

 

More

TERAPI PERTAMA NYERI PINGGANG

Berikut hal yang bisa anda lakukan untuk mengatasi keluhan nyeri pinggang anda

  • Hentikan aktivitas normal dalam waktu hanya beberapa hari. Beri kesempatan pada punggung anda untuk beristirahat
  • Aplikasikan panas atau es ke daerah yang nyeri. Berikan es dalam 48 hingga 72 jam pertama lalu gunakan kompres panas
  • Gunakan penghilang nyeri ringan seperti ibuprofen , paracetamol
  • Saat tidur, cobalah tidur dengan posisi membungkuk seperti udang. Bila anda terbiasa tidur dengan posisi terlentang , letakkan bantal di bawah lutut anda
  • Hindari aktivitas berlebih yang mengangkat barang atau memuntir punggung anda dalam wajtu 6 minggu setelah nyeri. Dalam 2 hingga minggu anda harus memulai kembali beraktivitas
  • Mulailah dengan aktivitas kardio ( jantung ) yang ringan , menaiki sepeda stasioner dan berenang juga beberapa aktivitas yang bisa anda lakukan

Peregangan dan latihan penguatan sangatlah penting saat akan memulai lari jarak jauh.  Akan tetapi memulai latihan seperti  ini  segera setelah trauma akan membuat nyeri .  Seorang terapis akan membantu anda dlam menentukan waktu terbaik untuk peregangan dan latihan penguatan dan bagaimana cara melakukannya.

Hindari olah raga berikut ini selama masa pemulihan , kecuali dokter anda sudah menyarankannya :

  • Jogging
  • Sepak bola
  • Golf
  • Ballet
  • Angkat beban
  • Sit-ups dengan kaki diluruskan

 

More