All posts in Medic Blog

Sekilas Tahapan Rehabilitasi paska operasi ACL – Lutut yang Cedera

Salah satu cidera yang sering terjadi saat  berolah raga atau saat terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah cidera ligamen .Ligamen adalah salah satu jaringan lunak/soft tissue yang terdapat pada sendi tubuh manusia. Jika ligamen  atau jaringan ini rusak maka anda akan merasa nyeri dan sulit saat bergerak. Sebaiknya jika ligamen ini putus ( ruptur) anda segera melakukan operasi . Dengan tindakan operatif ini maka penyambungan jaringan ikat bisa lebih baik. Hal ini sangatlah penting terutama jika anda adalah atlet atau seseorang yang sangat aktif

Saat tindakan operatif dokter akan memasang alat pelindung pada tungkai berupa penambahan gips separuh(knee slab) pada lutut.  Setelah tindakan operatif,  pada hari pertama anda akan diperbolehkan miring kanan dan kiri, dan boleh melakukan latihan bridging.
Rehabilitasi Pasca Operasi Lutut ACL 1
Hari ke-2 pasca operasi (24jam pasca operasi) biasanya pasien sudah diperbolehkan untuk duduk tegak. Setelah itu , jika pasien mampu pasien diperkenankan untuk turun dari tempat tidur. Hal ini bisa dikerjakan baik pada hari ke dua maupun hari ke 3

Pelepasan gips dilakukan  tersebut sekitar 21 hari (3 minggu) pasca operasi.

Latihan awal tekuk lutut dilakukan dengan cara duduk di tepi bed (ongkang-ongkang/high sitting) dimulai dari lutut lurus kemudian perlahan diturunkan sesuai toleransi nyeri, kondisi otot paha harus rileks/santai sehingga gravitasi bumi yang menarik lutut ke bawah membentuk sudut 90 derajat,

Rehabilitasi Pasca Operasi Lutut ACL 2
jika sudah mampu duduk dengan lutut 90 derajat selanjutnya dilakukan latihan sambil tengkurap dan pergelangan kaki ditarik

Paska operasi anda akan merasakan kesemutan pada kaki , pegal pada pinggang dan rasa tertarik sampai ke betis . Hal ini bisa terjadi karena otot pinggang anda yang tidak berfungsi dengan baikJika ini terjadi maka segera lakukan gerakan berupa memutar tubuh atas dengan posisi duduk kedua kaki menjulur lalu putar pinggang ke kiri dan ke kanan secara bergantian, lakukan pula gerakan memutar pinggang dengan posisi berbaring terlentang lalu putar kaki bergantian kanan dan kiri. Pada fase pemulihan ini anda juga akan disarankan untuk berolah raga seperti renang dan sepeda

Dr Megaputera SpOT
Wa 0811.3322.199
www.surabayakneecentre,com

More

Lutut Saya Kaku. Kenapa Ya?

lutut kaku (stiff knee) adalah suatu keadaan dimana lutut mengalami kesulitan/ memerlukan usaha yang lebih besar, untuk bergerak sesuai dengan rentang gerak sendi nya (ROM: Range Of Motion)

rentang gerak sendi lutut: -10• s.d 130•

lutut kaku terjadi akibat adanya proses peradangan di komponen penyusun sendi lutut.

selanjutnya, proses peradangan ini membuat komponen penyusun sendi lutut tidak dapat berfungsi secara optimal, sehingga lutut tidak dapat digerakkan sesuai dengan rentang gerak sendi normalnya.

suatu sendi bila dalam waktu lama bergerak dengan rentang gerak yang terbatas atau bahkan tidak digerakkan sama sekali, dapat menyebabkan:
1. produksi pelumas/ oli sendi semakin berkurang.
2. kerusakan sendi
3. pemendekan dan semakin mengecilnya ukuran otot2

keadaan ini semakin memperburuk kondisi lutut kaku, yaitu: rentang gerak sendi lutut menjadi semakin menyempit dan sendi lutut semakin susah untuk digerakkan (kontraktur, contracture)

Dalam mengobati lutut kaku ini, dokter spesialis orthopaedi mencari tahu lebih detil, komponen penyusun sendi lutut mana yang mengalami proses peradangan.

komponen jaringan keras (hard tissue) nya? atau
komponen jaringan lunak (soft tissue) nya?

*baca SKC 3*

pengobatan thd keadaan kaku sendi adalah dengan:
1. mengobati komponen sendi yang mengalami proses peradangan.
2. melakukan latihan rentang gerak sendi (Range Of Motion Exercise (ROME)) secara benar dan di waktu yang tepat, sesuai petunjuk dokter spesialis orthopaedi.

More

Ada Bunyi di Lutut Saya. Kenapa Ya?

Adanya bunyi di lutut adalah keluhan yang juga sering disampaikan oleh pasien di tempat praktik dokter spesialis orthopaedi.

Mengapa ini terjadi?
secara anatomi, sendi lutut terbungkus oleh kapsul sendi (synovium). Kapsul sendi ini memiliki bagian yang berlipat-lipat (synovial plicae), yang berlokasi:
1. di atas tempurung lutut (supra patellar plicae)
2. di bawah tempurung lutut (infra patellar plicae)
3. di sisi dalam lutut (medial plicae)
4.di sisi luar lutut (lateral plicae)

Bunyi ini disebabkan oleh gesekan antata lipatan kapsul sendi (synovial plicae) dengan kapsul sendinya (synovium)

Di antara keempat synovial plicae ini, hanya medial plicae yang sering menimbulkan keluhan sakit selain adanya bunyi di sisi dalam lutut.

Synovial plicae yang lain (supra patellar plicae, infra patellar plicae, lateral plicae) hanya menimbulkan bunyi, tetapi tidak menimbulkan keluhan sakit.

Meskipun demikian, bila gesekan ini terjadi secara terus menerus di lokasi plicae tertentu, maka bisa pula terjadi proses peradangan dan menimbulkan rasa sakit sesuai lokasi plicae tsb.

pengobatan terhadap keluhan ini dilakukan bila bunyi lutut disertai dengan keluhan sakit.

pengobatan bisa dilakukan secara:
1. non operatif, yaitu dengan pemberian obat anti radang, kompres es
2. operatif, yaitu dilakukan pembuangan (reseksi) plicae.

More

Ligamen Lutut

Ligamen adalah “tali” yang menghubungkan satu tulang dengan tulang yang lain.

Sendi lutut tersusun atas beberapa tulang, yaitu:
1. tulang paha (femur),
2. tulang kering (tibia),
3. tulang betis (fibula),
4. tulang tempurung (patella)

Terdapat 4 (empat) ligamen yang secara langsung memegang tulang2 penyusun sendi lutut, yaitu:

1. Anterior Cruciate Ligament (ACL)
– ligamen ini menjaga stabilitas lutut saat bergerak maju/ ke depan.
– adanya robekan/ putusnya ligamen ini menyebabkan lutut tidak stabil/ goyang, saat bergerak maju/ ke depan

2. Posterior Cruciate Ligament (PCL)
– ligamen ini menjaga stabilitas lutut saat bergerak maju/ ke belakang.
– adanya robekan/ putusnya ligamen ini menyebabkan lutut tidak stabil/ goyang, saat bergerak mundur/ ke belakang.

3. Medial Collateral Ligament (MCL)
– ligamen ini menjaga stabilitas sisi dalam lutut terhadap gerakan ke samping luar (outer side)
– adanya robekan/ putusnya ligamen ini menyebabkan sisi dalam lutut tidak stabil/ goyang, saat ada gerakan ke samping luar (outer side)

4. Lateral Collateral Ligament (LCL)
– ligamen ini menjaga stabilitas sisi luar lutut terhadap gerakan ke samping dalam (inner side)
– adanya robekan/ putusnya ligamen ini menyebabkan sisi luar lutut tidak stabil/ goyang, saat ada gerakan ke samping dalam (inner side)

More

Apa Itu Proses Peradangan?

Sakit lutut terjadi akibat adanya proses peradangan (inflamasi) di lutut.

Lutut, maupun semua jaringan lain di tubuh, bisa mengalami proses peradangan.

Jaringan yang mengalami proses peradangan, memiliki tanda-tanda, sbb:
1. teraba hangat (kalor)
2. berwarna kemerahan (rubor)
3. terasa sakit (dolor)
4. mengalami bengkak (tumor)
5. terdapat keterbatasan gerak (functiolessa)

Radang bisa terjadi akibat:
1. cedera (trauma)
2. infeksi
3. kelainan metabolisme
4. penyakit usia lanjut (degeneratif)
5. penyakit auto imun
6. keganasan
7. kelainan bawaan (congenital)

untuk menentukan penyebab terjadinya radang, dokter spesialis orthopaedi menggunakan metode, sbb:
– mengetahui keluhan utama pasien
– menggali informasi dg melakukan wawancara pada pasien (anamnesis)
– melakukan pemeriksaan fisik
– meminta pasien melakukan pemeriksaan penunjang

Di lutut, proses peradangan bisa terjadi di seluruh komponen penyusun sendi lutut.

Sendi lutut tersusun atas 2 (dua) komponen utama, yaitu:
1. Komponen jaringan keras (hard tissues)
yaitu: tulang dan sendi
2. Komponen jaringan lunak (soft tissues)
yaitu: ligamen, meniscus, retinaculum, tendon, otot

Ketika seseorang memiliki keluhan sakit lutut, maka dengan menggunakan metode di atas, dokter spesialis orthopaedi akan mencari manakah dari komponen2 tsb yang menyebabkan terjadinya sakit lutut tsb dan melakukan *pengobatan sakit lutut* (SKC 2)

Bila keluarga, kerabat, sahabat, maupun Anda sendiri sedang mengalami keluhan sakit lutut, datang dan konsultasikan ke dokter spesialis orthopaedi di rumah sakit yang terdekat.

More

Saya Sakit Lutut. Apa Penyebabnya? Bagaimana Mengobatinya?

Sakit lutut adalah salah satu keluhan yang sering disampaikan oleh pasien di tempat praktik dokter spesialis orthopaedi.

Pada usia lanjut, sakit lutut lebih banyak dikeluhkan oleh pasien wanita, yaitu akibat penyakit usia lanjut (degeneratif).

Pada usia produktif, sakit lutut justru lebih banyak dikeluhkan oleh pasien laki-laki, yaitu akibat cedera olahraga.

Keluhan sakit lutut pasti sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sakit lutut terjadi akibat adanya proses peradangan di komponen-komponen penyusun sendi lutut.

Apa itu:
– proses peradangan?
– apa saja yg bisa menyebabkan proses peradangan? dan
– apa saja komponen penyusun sendi lutut?
silakan *klik di sini* (SKC 3)

Nah, karena penyebab sakit lutut adalah proses peradangan, maka pengobatannya adalah dengan:
1. mengobati proses peradangannya
2. mengobati penyebab proses peradangannya.

kedua pengobatan ini harus dikerjakan secara simultan, agar keluhan sakit lutut dapat sembuh dengan tuntas dan tidak kambuh/ kumat-kumatan.

1. Mengobati Proses Peradangan
Di tahap awal, untuk mengobati proses peradangan, dokter spesialis orthopaedi memberikan saran dan terapi:
1. obat antiradang (minum dan oles)
2. kompres es
3. membatasi gerakan dengan melakukan pembebatan (bandaging), pita selotip (kinesio taping), maupun brace (orthosis)
4. melakukan peninggian (elevasi) tungkai saat posisi istirahat.

bila pengobatan sakit lutut dengan tahap awal ini tidak berhasil, maka dokter spesialis orthopaedi akan menaikkan kualitas pengobatan, menjadi:
1. memberi obat anti radang yang lebih kuat
2. memberi suntikan: antiradang, “oli sendi”, platelet rich plasma

bila ternyata pengobatan dengan cara ini pun masih belum memberi hasil yang memuaskan pasien, maka dokter orthopaedi bisa menyarankan dilakukan tindakan operasi.

Bila keluhan sakit lutut sudah membaik, akibat pengobatan non operatif maupun operatif, maka dokter spesialis orthopaedi akan memberikan program latihan otot yang berguna untuk mendapatkan hasil pengobatan yang paripurna.

2. Mengobati Penyebab Proses Peradangannya.
Penyebab proses peradangan harus diketahui dan diberi pengobatan pula untuk mencegah terjadinya kekambuhan.
untuk menentukan penyebab terjadinya radang, dokter spesialis orthopaedi menggunakan metode, sbb:
– mengetahui keluhan utama pasien
– menggali informasi dg melakukan wawancara pada pasien (anamnesis)
– melakukan pemeriksaan fisik
– meminta pasien melakukan pemeriksaan penunjang

More

Saya Punya Keluhan Lutut. Konsultasi Ke Dokter Apa Ya?

Lutut adalah sendi tubuh yang paling sering menimbulkan keluhan pada pasien.

Keluhan lutut yang sering disampaikan oleh pasien, adalah:
1. nyeri/ sakit lutut
2. lutut kaku
3. lutut bunyi
4. lutut bengkok
5. lutut ada benjolan

Saat ini sudah semakin banyak pasien yang paham bahwa untuk keluhan lutut, konsultasinya adalah ke dokter spesialis tulang dan sendi (orthopaedi).

Orthopaedi adalah bidang ilmu kedokteran yang mempelajari secara khusus tentang problem kesehatan: tulang, sendi, urat, dan otot.

Nah, karena lutut adalah salah satu sendi besar di tubuh manusia, maka keluhan lutut sangat tepat dikonsultasikan ke dokter spesialis orthopaedi.

Pasien juga semakin paham bahwa meski konsultasi ke dokter spesialis orthopaedi, pengobatan terhadap keluhan lutut belum tentu langsung dianjurkan tindakan operasi.

Dokter spesialis orthopaedi mampu melakukan pengobatan terhadap keluhan lutut secara lengkap dan komprehensif, yaitu mampu melakukan pengobatan, secara:
1. non operatif maupun
2. operatif.

Pasien dengan keluhan lutut yang langsung datang berkonsultasi ke dokter spesialis orthopaedi, maka ia:
– sudah datang ke dokter yang berkompeten,
– mampu mengevaluasi hasil pengobatan di tiap tahap pengobatan yang dijalani,
– menghemat waktu dan biaya.

Bila keluarga, kerabat, sahabat, maupun Anda sendiri sedang mengalami keluhan lutut, datang dan konsultasikan ke dokter spesialis orthopaedi di rumah sakit yang terdekat.

More

Ruptur Meniscus

meniscus adalah bantalan sendi lutut, terletak di antara: tulang paha bagian bawah (femur distal) dan tulang kering bagian atas (tibia proximal)
 
meniscus berfungsi sbg: 
1. peredam kejut (shock breaker), berfungsi untuk mengurangi besarnya energi yang mengenai sendi lutut. 
 
2. mencegah kedua tulang (femur dan tibia) saling bergesekan ketika lutut bergerak
 
di dalam satu sendi lutut, terdapat 2 (dua) meniscus yang saling berhadapan, yaitu:
1. meniscus medial (sisi dalam)
2. meniscus lateral (sisi luar)
 
meniscus berbentuk seperti huruf: C.
– lengkungan dalam, miskin pembuluh darah 
– lengkungan luar, kaya pembuluh darah
 
hanya bagian meniscus yang kaya pembuluh darah saja yang dapat sembuh bila ada robekan, karena di dalam darah terkandung faktor2 penyembuhan jaringan.
 
bagian meniscus yang miskin pembuluh darah, tidak bisa sembuh bila ada robekan.
 
Oleh karena itu, 
bila terdapat robekan di lengkungan dalam meniscus (yang miskin pembuluh darah) dokter spesialis orthopaedi membuang robekan ini (meniscectomy)
 
sedangkan, 
bila terdapat robekan di lengkungan luar meniscus (yang kaya pembuluh darah) dokter spesialis orthopaedi melakukan penjahitan thd robekan ini (repair meniscus)
 
terdapat banyak jenis tipe robekan meniscus.
 
bila meniscus robek, maka fungsi meniscus menjadi terganggu. 
 
Pada bagian sendi lutut yang meniscusnya robek:
1. menerima energi lebih besar dibandingkan dengan bagian lutut yang meniscusnya utuh/ tidak robek.
 
2. memungkinkan terjadinya gesekan antara tulang femur distal dan tibia proximal.
 
dua hal ini, 
bila berlangsung terus menerus, dan dalam jangka waktu yang lama, menyebabkan terjadinya: radang sendi lutut menahun (osteoarthritis kronis)
 
penderita osteoarthritis kronis: 
– mengeluhkan nyeri yang terus menerus (kronis), terutama saat lutut bergerak atau mendapat tekanan
– permukaan sendi lutut nya (di area lutut yg meniscusnya robek): mengalami kerusakan
 
pengobatan terhadap osteoarthritis kronis:
1. kerok sendi (debridement)
2. mengganti sendi (arthroplasty)
3. mematikan gerak sendi (arthrodesis)
More

Kontraktur

Kontraktur adalah kondisi lanjut dari keadaan kaku sendi.

Kaku sendi yang tidak ditangani dengan baik, berlanjut ke keadaan yang lebih parah, yaitu: kontraktur.

Pada keadaan kontraktur:
– gerak sendi menjadi sangat terbatas/ macet
– otot-otot sekitar sendi:
a. ukurannya mengecil dan
b. kekuatannya menurun.

sehingga pengobatan untuk hal ini menjadi semakin kompleks, perlu jangka waktu yang lama, dan hasil yang diperoleh pun, tidak bisa optimal.

pasien yang berisiko mengalami kontraktur adalah mereka yang memiliki problem kesehatan berat, di:
1. kulit (dermogen), yaitu: kulit mengkisut dan elastisitasnya berkurang.
contoh: akibat luka bakar di kulit dekat sendi

2. urat otot (tendogen), yaitu: urat otot memendek.
contoh: akibat pengobatan patah tulang yang tidak benar, menyebabkan otot tidak digunakan dalam waktu yang lama

3. sendi (arthrogen), kaku sendi akibat problem sendi, yaitu permukaan sendi rusak.
contoh: akibat sakit sendi yang tidak ditangani dg baik.

pengobatan kontraktur sangat ditentukan oleh penyebabnya ini (kulit kah? tendon kah? sendi kah?)

bila penyebabnya dermogen, maka kulit yang menghambat gerakan sendi harus dibebaskan.

bila penyebabnya tendogen, maka urat otot yang memendek dan menghambat gerakan sendi harus dipanjangkan (tendon lengthening)

bila penyebabnya arthrogen, maka permukaan sendi yang rusak harus diganti (arthroplasty) atau dimatikan gerak sendi nya (arthrodesis)

More

Cara Mendiagnosis Ruptur ACL

dokter spesialis orthopaedi dalam menegakkan diagnosis putus (ruptur) ACL, adalah dengan melakukan ketiga hal di bawah ini:

1. melakukan anamnesis, yaitu: menggali informasi lebih detil perihal penyebab keluhan ini:

a. saat apa keluhan tsb tjd?
umumnya adalah saat berolahraga (cedera olahraga)

b. bgm posisi lutut saat alami cedera?
ciri khas: kaki tertancap di tanah, lutut terpeluntir (twisted) dg posisi tungkai atas terpeluntir keluar, sedangkan posisi tungkai bawah terpeluntir ke dalam.

c. hal apa lagi yang dialami?
– terdengar bunyi letupan (pop sound): seperti ada yg putus di dalam lutut
– rasa nyeri hebat
– lutut bengkak
– lutut teraba hangat
– gerak sendi lutut: terbatas

2. melakukan pemeriksaan fisik:
a. lachmann test
b. anterior drawer test
kedua hasil pemeriksaan fisik ini memberikan hasil: positif

diagnosis ruptur ACL sudah bisa ditegakkan hanya dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan baik.

bila masih ada keraguan, maka dokter dapat melakukan langkah berikutnya:

3. melakukan pemeriksaan penunjang:
– magnetic resonance imaging (MRI) lutut, tanpa kontras.
bisa tampak adanya:
1. ruptur ACL
2. bony contusion
3. effusion

More