All posts in Diabetes Blog

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN

DIABETES MELITUS

(disarikan dari Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus di Indonesia : Perkeni 2006)

Alwi Shahab

Subbagian Endokrinologi Metabolik

Bagian Ilmu Penyakit Dalam

FK Unsri/ RSMH Palembang

 

I. PendahuluanYang dimaksud dengan Diabetes Melitus adalah suatu penyakit kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa didalam darah. Penyakit ini dapat menyerang segala lapisan umur dan sosial ekonomi. Di  Indonesia saat ini penyakit DM belum menempati skala prioritas utama pelayanan kesehatan walaupun sudah jelas dampak negatifnya , yaitu berupa penurunan kualitas SDM , terutama akibat penyulit menahun yang ditimbulkannya.

Dari berbagai penelitian epidemiologis di Indonesia didapatkan prevalensi DM sebesar 1,5 – 2,3 % pada penduduk usia lebih dari 15 tahun, bahkan pada suatu penelitian epidemiologis di Manado didapatkan prevalensi DM 6,1 %.  Penelitian yang dilakukan di Jakarta, Surabaya, Makasar dan kota-kota lain di Indonesia  membuktikan adanya kenaikan prevalensi  dari tahun ketahun.  Berdasarkan pola pertambahan penduduk , diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia diatas 20 tahun dan dengan asumsi prevalensi DM sebesar 4 % akan didapatkan 7 juta pasien DM , suatu jumlah yang sangat besar untuk dapat ditangani oleh dokter spesialis / subspesialis / endokrinologis.

Dalam strategi pelayanan kesehatan bagi penderita DM, yang seyogyanya diintegrasikan kedalam pelayanan kesehatan primer, peran dokter umum adalah sangat penting. Kasus DM yang tanpa disertai dengan penyulit dapat dikelola dengan tuntas oleh dokter umum. Apalagi kalau kemudian kadar glukosa darah ternyata dapat terkendali baik dengan pengelolaan ditingkat pelayanan kesehatan primer. Tentu saja harus ditekankan pentingnya tindak lanjut  jangka panjang pada para pasien tersebut. Pasien yang potensial akan menderita penyulit DM perlu secara periodik dikonsultasikan kepada dokter ahli terkait ataupun kepada tim pengelola DM pada tingkat lebih tinggi di rumah sakit rujukan. Kemudian mereka dapat dikirim kembali kepada dokter yang biasa mengelolanya. Demikian pula pasien DM yang sukar terkendali kadar glukosa darahnya, pasien DM dengan penyulit, apalagi penyulit yang potensial fatal, perlu dan harus ditangani oleh instansi yang lebih mampu dengan peralatan yang lebih lengkap, dalam hal ini Pusat DM di Fakultas Kedokteran / Rumah Sakit Pendidikan / RS Rujukan Utama.  Untuk mendapatkan hasil pengelolaan yang tepat guna dan berhasil guna bagi pasien DM dan untuk menekan angka penyulit, diperlukan suatu standar pelayanan minimal bagi penderita DM. Diabetes Melitus adalah penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup, sehingga yang berperan dalam pengelolaannya tidak hanya dokter, perawat dan ahli gizi, tetapi lebih penting lagi keikutsertaan  pasien sendiri dan keluarganya. Penyuluhan  kepada pasien dan keluarganya akan sangat membantu meningkatkan keikutsertaan mereka dalam usaha memperbaiki hasil pengelolaan DM.

 

II. Diagnosis

Diagnosis DM harus didasarkan atas pemeriksaan kadar glukosa darah, tidak dapat ditegakkan hanya atas dasar adanya glukosuria saja. Dalam menegakkan diagnosis DM harus diperhatikan asal bahan darah yang diambil dan cara pemeriksaan yang dipakai. Untuk diagnosis DM, pemeriksaan yang dianjurkan adalah  pemeriksaan glukosa dengan cara enzimatik dengan bahan glukosa darah plasma vena. Untuk memastikan diagnosis DM, pemeriksaan glukosa darah seyogyanya dilakukan di laboratorium klinik yang terpercaya . Untuk memantau kadar glukosa darah dapat dipakai bahan darah kapiler.  Saat ini banyak dipasarkan alat pengukur kadar glukosa darah cara reagen kering yang umumnya sederhana dan mudah dipakai. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah memakai alat-alat tersebut dapat dipercaya sejauh kalibrasi dilakukan dengan baik dan cara pemeriksaan sesuai dengan cara standar yang dianjurkan. Secara berkala , hasil pemantauan dengan cara reagen kering perlu dibandingkan dengan cara konvensional.

 

A. Pemeriksaan Penyaring

Pemeriksaan penyaring yang khusus ditujukan untuk DM pada penduduk umumnya (mass-screening = pemeriksaan penyaring) tidak dianjurkan karena disamping biaya yang mahal, rencana tindak lanjut bagi mereka yang positif belum ada.  Bagi mereka yang mendapat kesempatan untuk pemeriksaan penyaring bersama penyakit lain (general check up) , adanya pemeriksaan penyaring untuk DM dalam rangkaian pemeriksaan tersebut sangat dianjurkan.

Pemeriksaan penyaring perlu dilakukan pada kelompok  dengan salah satu faktor risiko untuk DM, yaitu :

–         kelompok usia dewasa tua ( > 45 tahun )

–         kegemukan {BB (kg) > 120% BB idaman atau IMT > 27 (kg/m2)}

–         tekanan darah tinggi (> 140/90 mmHg)

–         riwayat keluarga DM

–         riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi > 4000 gram

–         riwayat DM pada kehamilan

–         dislipidemia (HDL < 35 mg/dl dan atau Trigliserida > 250 mg/dl

–         pernah TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau  GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu)

 

Tabel 1. Kadar glukosa darah sewaktu* dan puasa* sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM (mg/dl)

*metode enzimatik

 

B.     Langkah-langkah untuk  menegakkan diagnosis Diabetes Melitus

 

Diagnosis klinis DM umumnya akan dipikirkan bila ada keluhan khas DM berupa poliuria, polidipsia, polifagia, lemah, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Keluhan lain yang mungkin dikemukakan pasien adalah kesemutan, gatal, mata kabur dan impotensia pada pasien pria, serta pruritus vulvae pada pasien wanita. Jika keluhan khas, pemeriksaan glukosa darah sewaktu ³  200 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa  ³ 126 mg/dl juga digunakan untuk patokan diagnosis DM.  Untuk kelompok tanpa keluhan khas DM, hasil pemeriksaan glukosa darah yang baru satu kali saja abnormal , belum cukup kuat untuk  menegakkan diagnosis klinis DM. Diperlukan pemastian lebih lanjut dengan menddapatkan sekali lagi angka abnormal, baik kadar glukosa darah puasa ³126 mg/dl, kadar glukosa darah sewaktu ³ 200 mg/dl pada hari yang lain, atau dari hasil tes toleransi glukosa oral (TTGO) yang abnormal.

 

Cara pelaksanaan TTGO (WHO 1985)

–         3 (tiga) hari sebelumnya makan seperti biasa

–         kegiatan jasmani secukupnya, seperti yang biasa dilakukan

–         puasa semalam, selama 10-12 jam

–         kadar glukosa darah puasa diperiksa

–         diberikan glukosa 75 gram atau 1,75 gram/kgBB, dilarutkan dalam air 250 ml dan diminum selama/dalam

waktu 5 menit

–         diperiksa kadar glukosa darah 2 (dua) jam sesudah beban glukosa; selama pemeriksaan subyek yang

diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok.

 

Kriteria diagnostik Diabetes Melitus*

1. Kadar glukosa darah sewaktu (plasma vena) ³ 200 mg/dl  , atau

2. Kadar glukosa darah puasa (plasma vena) ³ 126 mg/dl

(Puasa berarti tidak ada masukan kalori sejak 10 jam terakhir )  atau

Kadar glukosa plasma ³ 200 mg/dl pada 2 jam sesudah beban glukosa 75 gram pada TTGO**

 

* Kriteria diagnostik tsb harus dikonfirmasi ulang pada hari yang lain, kecuali untuk keadaan khas hiperglikemia dengan dekompensasi metabolik akut, seperti ketoasidosis atau berat badan yang menurun cepat.

**Cara diagnosis dengan kriteria ini tidak dipakai rutin diklinik.

 

III. Klasifikasi

Klasifikasi DM yang  dianjurkan oleh PERKENI ( Perkumpulan Endokrinologi Indonesia )adalah yang sesuai dengan anjuran klasifikasi DM menurut American Diabetes Association (ADA) 1997, sbg berikut :

1.      Diabetes Melitus tipe 1 (destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut) :

§         Autoimun

§         Idiopatik (tidak diketahui penyebabnya)

2.      Diabetes Melitus tipe 2 (bervariasi mulai dari yang terutama dominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulin)

3.      Diabetes Melitus tipe lain :

A.     Defek genetik fungsi sel beta :

*        Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY) 1,2,3.

*        DNA mitokondria

B.     Defek genetik kerja insulin

C.     Penyakit endokrin pankreas :

*        pankreatitis

*        tumor pankreas /pankreatektomi

*        pankreatopati fibrokalkulus

D.     Endokrinopati :

*        akromegali

*        sindrom Cushing

*        feokromositoma

*        hipertiroidisme

E.      Karena obat/zat kimia :

*        vacor, pentamidin, asam nikotinat

*        glukokortikoid, hormon tiroid

*        tiazid, dilantin, interferon alfa dan lain-lain

F.      Infeksi :

*        Rubella kongenital, Cytomegalovirus (CMV)

G.     Sebab imunologi yang jarang :

*        antibodi anti insulin

H.     Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan DM :

*        sindrom Down, sindrom Kleinfelter, sindrom  Turner, dan lain-lain.

 

4.      Diabetes Melitus Gestasional (DMG)

 

IV. Pengelolaan

Tujuan :

 

1.     Jangka pendek : menghilangkan keluhan/gejala DM dan mempertahankan rasa nyaman dan sehat.

2.     Jangka panjang : mencegah penyulit, baik makroangiopati, mikroangiopati maupun neuropati, dengan tujuan akhir menurunkan morbiditas dan mortilitas DM.

3.    Cara : menormalkan kadar glukosa, lipid, insulin.

Mengingat mekanisme dasar kelainan DM tipe-2 adalah terdapatnya faktor genetik, tekanan darah, resistensi insulin dan insufisiensi sel beta pankreas, maka cara-cara untuk memperbaiki kelainan dasar yang dapat dikoreksi  harus tercermin pada langkah pengelolaan.

4.    Kegiatan : mengelola pasien secara holistik, mengajarkan perawatan mandiri dan melakukan promosi perubahan perilaku.

 

Pilar utama pengelolaan DM :
1. Edukasi

2. Perencanaan makan 

3. Latihan jasmani

4. Obat-obatan

Pada dasarnya, pengelolaan DM dimulai dengan pengaturan makan disertai dengan latihan jasmani yang cukup selama beberapa waktu (2-4 minggu). Bila setelah itu kadar glukosa darah masih belum dapat memenuhi kadar sasaran metabolik yang diinginkan, baru dilakukan intervensi farmakologik dengan obat-obat anti diabetes  oral atau suntikan insulin sesuai dengan indikasi. Dalam keadaan dekompensasi metabolik berat, misalnya ketoasidosis, DM dengan stres berat, berat badan yang menurun dengan cepat, insulin dapat segera diberikan. Pada keadaan tertentu obat-obat anti diabetes juga dapat digunakan  sesuai dengan indikasi dan dosis menurut petunjuk dokter. Pemantauan kadar glukosa darah bila dimungkinkan dapat dilakukan sendiri di rumah, setelah mendapat pelatihan khusus untuk itu.

 

Edukasi

 

Diabetes Tipe 2 biasa terjadi pada usia dewasa, suatu periode dimana telah terbentuk kokoh pola gaya hidup dan perilaku. Pengelolaan mandiri diabetes secara optimal membutuhkan partisipasi aktif pasien dalam merubah perilaku yang tidak sehat. Tim kesehatan harus mendampingi pasien dalam perubahan perilaku tersebut, yang berlangsung seumur hidup. Keberhasilan dalam mencapai perubahan perilaku, membutuhkan edukasi, pengembangan keterampilan (skill), dan motivasi yang berkenaan dengan:

makan makanan sehat;
kegiatan jasmani secara teratur;
menggunakan obat diabetes secara aman, teratur, dan pada waktu-waktu yang spesifik;
melakukan pemantauan glukosa darah mandiri dan memanfaatkan berbagai informasi yang ada;
melakukan perawatan kaki secara berkala;
mengelola diabetes dengan tepat;
mengembangkan sistem pendukung dan mengajarkan keterampilan;
dapat mempergunakan fasilitas perawatan kesehatan.

 

Edukasi (penyuluhan) secara individual dan pendekatan berdasarkan penyelesaian masalah merupakan inti perubahan perilaku yang berhasil. Perubahan perilaku hampir sama dengan proses edukasi dan memerlukan penilaian, perencanaan, implementasi, dokumentasi, dan evaluasi.

 

 

Perencanaan makan

Diabetes tipe 2 merupakan suatu penyakit dengan penyebab heterogen, sehingga tidak ada satu  cara makan khusus yang dapat mengatasi kelainan ini secara umum. Perencanaan makan harus disesuaikan menurut masing-masing individu. Pada saat ini yang dimaksud dengan karbohidrat adalah gula, tepung dan serat, sedang istilah gula sederhana/simpel, karbohidrat kompleks dan karbohidrat kerja cepat tidak digunakan lagi. Penelitian pada orang sehat maupun mereka dengan risiko diabetes mendukung akan perlunya dimasukannya makanan yang mengandung karbohidrat terutama yang berasal dari padi-padian, buah-buahan, dan susu rendah lemak dalam menu makanan orang dengan diabetes. Banyak faktor yang berpengaruh pada respons glikemik makanan, termasuk didalamnya adalah macam gula: (glukosa, fruktosa, sukrosa, laktosa), bentuk tepung (amilose, amilopektin dan tepung resisten), cara memasak, proses penyiapan makanan, dan bentuk makanan serta komponen makanan lainnya (lemak, protein). Pada diabetes tipe 1 dan tipe 2, pemberian makanan yang berasal dari berbagai bentuk tepung atau sukrosa, baik langsung maupun 6 minggu kemudian ternyata tidak mengalami perbedaan repons glikemik, bila jumlah karbohidratnya sama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah total kalori dari makanan lebih penting daripada sumber atau macam makanannya.

Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi yang seimbang dalam hal karbohidrat, protein, dan lemak, sesuai dengan kecukupan gizi baik sebagai berikut:

Karbohidrat      60-70%
Protein             10-15%
Lemak              20-25%
Jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status gizi, umur, stres akut, dan kegiatan jasmani untuk mencapai dan mempertahankan berat badan idaman.

 

Untuk penentuan status gizi, dipakai Body Mass Index (BMI) = Indeks Massa Tubuh (IMT).

IMT = BB(kg)/TB(m2)

Tabel 2. Klasifikasi IMT (Asia Pasific)

Klasifikasi IMT (Asia Pasific)

         Lingkar Perut

<90cm (Pria)

<80cm (Wanita)

>90cm  (Pria)>80cm  (Wanita)

Risk of co-morbidities
BB Kurang       <18,5BB Normal       18,5-22,9

BB Lebih          >23,0   :

–         Dengan risiko : 23,0-24,9

–         Obes I             : 25,0-29,9

–         Obes II            : ≥ 30

 

 RendahRata-rata

Meningkat

Sedang

Berat

Rata-rataMeningkat

 

Sedang

Berat

Sangat berat

 

Untuk kepentingan klinik praktis, dan menghitung jumlah kalori, penentuan status gizi memanfaatkan rumus Broca, yaitu: Berat Badan Idaman (BBI) = (TB-100) – 10%

 

Status gizi:

BB kurang bila BB < 90% BBI

BB normal bila BB 90-110% BBI

BB lebih bila BB 110-120% BBI

Gemuk bila BB >120% BBI

 

Bukan DM   

Belum pasti  DM

 DM       

Kadar glukosa darah sewaktu
plasma vena      

< 110 

  110 – 199     

³ 200

darah kapiler   

   <   90     

     90  – 199         

³ 200

Kadar glukosa darah puasa
plasma vena     

  < 110   

110 – 125

³ 126

darah  kapiler                           

<   90 

  90  – 109  

 ³ 110  

 

More

Kenapa gula darah saya sukar terkontrol ?

Kenapa gula darah saya sukar terkontrol ?
Comments Off on Kenapa gula darah saya sukar terkontrol ?

KENAPA GULA DARAH SUKAR TERKONTROL ?

Buat anda penderita diabetes, ada yang mudah untuk tercapainya kendali gula darah dan ada yang walaupun sudah berjuang mati-matian dan mengkonsumsi obat diabetes yang bermacam macam, gula darah tidak kunjung terkontrol.

Anda ingin tahu sebabnya ? mari kita baca bersama ulasan berikut

1.    Anda kurang berolah raga

Kendali gula yang baik sangat tergantung pada plah raga yang anda lakukan. Olah raga yang dianjurkan yaitu selama 30 menit , seminggu sebanyak 5 kali. Dengan berolah raga , maka resptor insulin anda akan lebih sensitif , sehingga pemberian obat-obatan akan memberikan hasil yang lebih baik

2.    Anda kurang tepat dalam menyuntikkan insulin

Maksudnya bagaimana nih dok ? Penyuntikan insulin yang benar adalah penyuntikan insulin yang tempatnya diputar. Jadi mengikuti arah rotasi jam. Penyuntikan insulin yang sama di satu tempat terus menerus akan mengakibatkan  kulit daerah tersebut menjadi tebal ( mengalami hipertrofi ) . Akibatnya , insulin yang anda  suntikkan tidak akan masuk dan anda tidak akan berhasil menurunkan gula darah anda

titik insulin

3.    Pola makan yang kurang tepat

Cara makan yang terbaik bagi penderita diabetes adalah dengan makan 6 kali sehari. 3 kali porsi makan yang sudah diatur sesuai dengan berat anda dan 3 kali snack tambahan. Pengaturan pola makan seperti ini akan membuat gula darah anda lebih stabil dan tentunya akan sangat membantu dalam pengaturan gula darah

4.    Anda kurang tepat dalam memilih jenis makanan

Dalam artikel yang saya bahas sebelumnya, ada berbagai jenis makanan yang memiliki kandungan indeks glikemik yang berbeda. Beberapa makanan memiliki indeks glikemik yang tinggi, yang jika anda konsumsi sedikit saja, akan meningkatkan kadar gula darah anda secara drastis. Ada pula makanan yang memiliki kadar indeks glikemik yang rendah seperti katakan protein dari kedelai, yang bila anda konsumsi dalam jumlah cukup pun tidak terlalu banyak mpengaruhi gula darah

5.     Penggunaan obat anti diabetes bersama dengan obat-obatan lain

Beberapa obat dan jamu-jamuan, sebagian mengandung steroid ( bisa berupa metil prednisolon, dexamethasone ) dan berbagai obat lainnya. Penggunaan jamu jamuan seperti ini atau obat herbal yang isinya tidak tertera dalam kemasan, terutama yang mengandung dexamethasone, metil prednisolone dan obat sejenis , akan sangat meningkatkan kadar gula anda.

 

 

More

Kaki Diabetes dan Pencegahannya

Kaki Diabetes dan Pencegahannya
Comments Off on Kaki Diabetes dan Pencegahannya

Penderita diabetes dengan kaki terluka

 Diabetes sering menimbulkan berbagai komplikasi. Salah satu yang tersering dan paling banyak ditemui adalah kaki diabetes. Timbul pertanyaan, kenapa di kaki?

Mudah, karena kaki adalah organ tubuh yang berada paling distal ( bawah) adalah kaki. Kaki anda menumpu beban berat sehingga mudah terluka.

Nah , kenapa pada penderita diabetes mudah terjadi luka dan sukar sembuh? Mari kita pelajari bersama

  1. Kadar gula yang tinggi pada diabetes akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Akhirnya, aliran darah termasuk ke seluruh jaringan akan terheti. Jaringan tidak akan memperoleh nutrisi yang penting untuk penyembuhan luka. Akibatnya luka akan sukar sembuh
  2. Kadar gula yang tinggi terutama jika di atas 200 mg/Dl  akan menyebabkan hambatan pada pergerakan leukosit. Leukosit adalah sel darah putih yang berfungsi untuk membunuh bakteri
  3. Kadar gula yang tinggi akan menyebabkan kerusakan saraf sehingga penderita diabetes

akan kehilangan kepekaan terhadap nyeri.  Akibatnya anda tidak akan mengetahui bila terjadi luka pada kaki anda

Anda ingin tahu bagaimana cara mencegah kaki diabetes ? mari simak tips berikut

1. Periksalah selalu kaki anda : lihatlah tempat tersembunyi di kaki anda seperti di sela jari kaki, buku jari. Adakah luka atau tanda kemerahan. Lihatlah pula kuku anda. Apa ada bagian yang menusuk hingga ke dalam. Bersihkan dan cuci dengan air hangat. Pastikan anda tidak mencuci dengan air panas. Gunakan sabun dan keringkan. Setelah itu berikan pelembab. Lihatlah adakah jamur, bagian yang berwarna kehitaman dan kebiruan. Gunakan kaca untuk melihat telapak kaki andaPenderita diabetes dengan kaki terluka 2

 

2. Guntinglah kuku kaki Anda setiap bulan dengan arah lurus, kikir ujung-ujung kuku yang tajam dengan pengikir kuku dan jangan menggunting kutikula kuku Anda.

3. Gunakan alas kaki yang sesuai. Gunakan sepatu yang pas, tidak terlalu sempit. Selalu gunakan alas kaki selama anda berjalan, bahkan di rumah sekalipun!

4. Sebelum menggunakan sepatu, periksa dulu sepatu anda. Adakah barang tajam dalam sepatu anda atau kerikil yang tersembunyi

5. Cek gula darah anda secara teratur

6. Angkat kaki Anda saat duduk, lalu gerakkan jari-jari kaki dan pergelangan kaki ke atas dan ke bawah selama 5 menit sebanyak 2 -3 kali sehari. Jangan melipat kaki Anda dalam waktu lama!

7. Jangan lupa untuk selalu menjaga pola makan dan berolah raga secara teratur. Tentunya dengan olah raga yang disesuaikan dengan kondisi kaki anda

Salam sehat dan selamat mencoba

More

Diabetes, Terapi dan Pencegahannya

Diabetes, Terapi dan Pencegahannya
Comments Off on Diabetes, Terapi dan Pencegahannya

preventing  Diabetes Melitus. Kata yang tidak asing bagi anda bukan ? Cobalah lihat keluarga anda, sanak saudara anda dan bahkan anda sendiri, mungkin menderita Diabetes.

Diabetes adalah salah satu dari penyakit metabolik yang banyak didapatkan di masyarakat.  Dan yang menjadi salah kaprah adalah stigma bawa “kalau sudah terkena Diabetes ya sudah. “.

Apakah benar seperti itu? Mari kita ikuti bersama ulasan berikut.

Menurut American Diabetes Asscociation, terapi dari DM terdiri dari beberapa pilar

  1. Tahap terpenting : “CHANGE YOUR LIFE STYLE”.

Cobalah lakukan pola makan sehat dan lakukan aktivitas fisik hingga anda mencapai Berat badan Ideal.

Olah raga yang teratur adalah olah raga 3 hingga 5 kali seminggu dengan durasi masing masing selama  20 menit. Dilakukan secara kontinyu. Jadi kalau anda katakan “olahraga dengan bersih bersih rumah dok” , nah….. itu tidaklah termasuk olah raga bapak dan ibu… olah raga yang saya maksud adalah yang kontinyu . Terus menerus tanpa henti selama 20 menit tersebut . Olah raga yang bersifat aerobik seperti jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang dianjurkan dilakukan secara teratur.

Penurunan berat badan dan olah raga sangatlah penting karena akan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Aktivitas anda sehari hari seyogyanya tetap dilakukan. Gerakkan tubuh anda. Usahakan anda sendiri melakukan pekerjaan rumah tangga, berkebun, bahkan jika perlu, berjalanlah saat shopping. Hindari lift dan elevatorolahraga

 

2.     Ubahlah pola makan anda

Makanlah sesui dengan kalori yang anda butuhkan .Patuhi 3 j : Jumlah, jadwal dan jenis

Jadwal makananan biasanya 6 kali ssehari dengan adanya selingan ( snack diantaranya). Anda akan diprogram oleh dietisi anda dengan jadwal waktu sebagai berikut:

Makan pagi : pukul 07.00

Snack 1: pukul 10.00

Makan siang: Pukul 13.00

Snack 2: Pukul  16.00

Makan malam: Pukul 19.00

Snack 3: Pukul 21.00

yang kedua adalah patuhi Jumlah atau porsi makananyanganda konsumsi. Prinsip makanan yang dianjukan adalah porsikecil dan sering. Artinya makan sedikit tetapi sering.

yang ketiga adalah pilihlah makanan yang memiliki indeks glikemik rendah. Jenis makanan akan menentukan kecepatan naiknya kadar gula. Kecepatan suatu makanan dalam menaikkan kadar gulad arah disebut juga sebagai indeks glikemik. Semakin cepat menaikkan kadar gula darah sehabis makanan tersebut dikonsumsi, maka akan semakin tinggi indeks glikemik makanan tersebut.

Jadi hindarilah makanan yang berindeks glikemik tinggi.

3.     Laporkan dan konsultasikan pada dokter jika dalam 2-4 minggu tidak tercapat target

Anda biasanya akan dilakukan pemeriksaan  GDP ( gula darah puasa )  dan  1 jam PP ( gula darah 1 jam setelah makan )  dan Hb A 1c. Anda biasanya akan diberikan obat oral ( obat minum ) mulai dari 1 jenis. Bagi anda dengan kadar Hb A 1 c yang >8, kami biasanya akan menawarkan suntikan insulin secara langsung.

More

Diabetes Dan Tata Laksana

Diabetes Dan Tata Laksana
Comments Off on Diabetes Dan Tata Laksana

preventing

Diabetes Melitus. Kata yang tidak asing bagi anda bukan ? Cobalah lihat keluarga anda, sanak saudara anda dan bahkan anda sendiri, mungkin menderita Diabetes.

Diabetes adalah salah satu dari penyakit metabolik yang banyak didapatkan di masyarakat.  Dan yang menjadi salah kaprah adalah stigma bawa “kalau sudah terkena Diabetes ya sudah. “.

Apakah benar seperti itu? Mari kita ikuti bersama ulasan berikut.

Menurut American Diabetes Asscociation, terapi dari DM terdiri dari beberapa pilar

1. Tahap terpenting : “CHANGE YOUR LIFE STYLE”.

Cobalah lakukan pola makan sehat dan lakukan aktivitas fisik hingga anda mencapai Berat badan Ideal.

Olah raga yang teratur adalah olah raga 3 hingga 5 kali seminggu dengan durasi masing masing selama  20 menit. Dilakukan secara kontinyu. Jadi kalau anda katakan “olahraga dengan bersih bersih rumah dok” , nah….. itu tidaklah termasuk olah raga bapak dan ibu… olah raga yang saya maksud adalah yang kontinyu . Terus menerus tanpa henti selama 20 menit tersebut . Olah raga yang bersifat aerobik seperti jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang dianjurkan dilakukan secara teratur

Penurunan berat badan dan olah raga sangatlah penting karena akan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin

Aktivitas anda sehari hari seyogyanya tetap dilakukan. Gerakkan tubuh anda. Usahakan anda sendiri melakukan pekerjaan rumah tangga, berkebun, bahkan jika perlu, berjalanlah saat shopping. Hindari lift dan elevator

olahraga

2.     Ubahlah pola makan anda

Makanlah sesui dengan kalori yang anda butuhkan .Patuhi 3 j : Jumlah, jadwal dan jenis

Jadwal makananan biasanya 6 kali ssehari dengan adanya selingan ( snack diantaranya). Anda akan diprogram oleh dietisi anda dengan jadwal waktu sebagai berikut:

Makan pagi : pukul 07.00

Snack 1: pukul 10.00

Makan siang: Pukul 13.00

Snack 2: Pukul  16.00

Makan malam: Pukul 19.00

Snack 3: Pukul 21.00

J yang kedua adalah patuhi Jumlah atau porsi makananyanganda konsumsi. Prinsip makanan yang dianjukan adalah porsikecil dan sering. Artinya makan sedikit tetapi sering.

J yang ketiga adalah pilihlah makanan yang memiliki indeks glikemik rendah. Jenis makanan akan menentukan kecepatan naiknya kadar gula. Kecepatan suatu makanan dalam menaikkan kadar gulad arah disebut juga sebagai indeks glikemik. Semakin cepat menaikkan kadar gula darah sehabis makanan tersebut dikonsumsi, maka akan semakin tinggi indeks glikemik makanan tersebut

Jadi hindarilah makanan yang berindeks glikemik tinggi

3.     Laporkan dan konsultasikan pada dokter jika dalam 2-4 minggu tidak tercapat target

Anda biasanya akan dilakukan pemeriksaan  GDP ( gula darah puasa )  dan  1 jam PP ( gula darah 1 jam setelah makan )  dan Hb A 1c. Anda biasanya akan diberikan obat oral ( obat minum ) mulai dari 1 jenis. Bagi anda dengan kadar Hb A 1 c yang >8, kami biasanya akan menawarkan suntikan insulin secara langsung.

More

Diabetes dan Senam Diabetes

Diabetes dan Senam Diabetes
Comments Off on Diabetes dan Senam Diabetes

Diabetes dan Senam Diabetes

Senam kaki untuk penderita diabetes mutlak dan penting dilakukan.Berikut adalah cara-cara yang anda dapat lakukan sendiri di rumah untuk melatih kaki anda

1) Pasien duduk dalam posisi duduk, kaki menyentuh lantai

senam diabetes 1

2) Letakkan  tumit dilantai, jari-jari  kaki diluruskan keatas lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali

senam diabetes 2

3) Letakkan  tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke atas. Lakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.senam diabetes 3

 

4) Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali. senam diabetes 4

5) Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.senam diabetes 5

 

6) Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki , tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian.senam diabetes 6

 

7) Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua belah kaki. · Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran. Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki· Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.  Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bolasenam diabetes 7

 

HAL YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN OLEH PENDERITA DIABETES

Jangan merendam kaki terlalu lama

Jangan menggunakan botol panas atau peralatan listrik untuk memanaskan kaki

Jangan berjalan di atas aspal atau batu panas tanpa alas kaki

Jangan biarkan kaki kering dan pecah

Jangan mengunakan silet atau pisau untuk mengurangi kapalan

Jangan merokok

Jangan memakai sepatu atau kaus kaki sempit

Jangan menggunakan sepatu ber-hak tinggi dan atau ujung sepatu lancip

Jangan menyilangkan kaki terlalu lama

Jangan menggunakan sembarang obat untuk menghilangkan mata ikan

Jangan menggunakan perhiasan pada kaki

Jangan membiarkan luka kecil di kaki sekecil apapun luka tersebut

 

 

More

Diabetes dan Resiko Terkena Diabetes

Diabetes dan Resiko Terkena Diabetes
Comments Off on Diabetes dan Resiko Terkena Diabetes

Apakah anda berisiko terkena diabetes ? diabates melitus warning

Ada beberapa tanda dan gejala yang mengindikasikan bahwa pasien mungkin memiliki kondisi  pre-diabetes atau diabetes yang tidak terdiagnosis. Berikut adalah gejala yang paling sering dijumpai

  1. Banyak kencing : apakah anda banyak pergi ke belakang dan berkemih lebih banyak dari biasanya terutama saat malam?   Meningkatnya kadar gula akan menyebabkan produksi dari kencing yang lebih banyak dibanding biasanya
  2. Rasa haus yang meningkat : apakah anda minum lebih banyak dibanding biasanya ? apakah anda makin banyak minum sepanjang hari atau rasa haus anda terasa tidak terpuaskan ?  Kondisi ini juga bisa diakibatkan karena kadar gula yang tinggi. Apabila
  3. Rasa lapar yang meningkat: apakah anda memiliki nafsu makan yang makin meningkat ?
  4. Merasa lelah dan cepat capai :  Apakah anda mendapatkan bahwa anda mudah lelah dan ingin tidur seharian ?  Hal ini bisa terjadi karena diabetes , dimana insulin tidak diproduksi atau tubuh anda tidak bisa menggunakan insulin dengan maksimal, sehingga akibatnya tubuh anda tidak bisa menggunakan glukosa yang ada untuk memproduksi energi yang anda butuhkan
  5. Apakah anda mengalami penurunan berat badan tanpa diet atau usaha.Bila anda memiliki diabetes  tipe 1, artinya tubuh anda tidak akan dapat memproduksi insulin . Yng terjadi berikutnya adalah tubuh akan mulai membongkar lemak dan otot untuk menghasilkan energi < Akibatnya akan terjadi penurunan berat badan
  6. Mata kabur : apakah jika anda membaca koran, tanda atau buku, huruf tampak begitu kabur? Kadar gula yang tingg bisa mengakibatkan keluhan ini

Kadar gula yang tinggi juga bisa mengakibatkan berbagai keluhan berikut seperti

  • Kesemutan atau matirasa –  Apakah anda seperti merasa ada jarum kecil kecil terasa menusuk di tangan dan kaki anda ? kondisi ini disebut sebagai neuropathy. Kadar gula yang tinggi bisa mengakibatkan kondisi ini, yang umum dikenal sebagai neuropathy.
    Luka yang tidak sembuh sembuh ?
    Perhatikan jika anda terkena luka gores yang tidak sembuh-sembuh, mungkin anda menderita diabetes


Infeksi
– Apakah anda menderita infeksi saluran kemih berulang atau keputihan berulang jika anda wanita

Bila anda menemui tanda-tanda di atas, anda kemungkinan mendeita diabetes . Di bawah ini juga harus anda waspadai :

  • Anda memiliki saudara, orang tua dengan DM
  • Anda memiliki riwayatdiabetes gestasional atau melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4,5 kg
  • Anda memiliki tekanan darah tinggi yaitu di atas  140/90 mm Hg or higher
  • Hiperkolesterol , dengan hdl kolesterol kurang dari 35 mg / Dl  atau trigliserida diatas 250 mg/dL.
  • Anda jarang berolah raga
  • Anda wanita dengan polikistik ovarii sindrome
  • Pada pemeriksaan anda memiliki gangguan toleransi glukosa
  • Anda memiliki riwayat gangguan atau serangan jantung

 

Jadi , segeralah konsultasikan ke dokter anda  dan periksalah kondisi anda sebelum terlambat J

More

Diabetes dan Gangguan Saluran Cerna

Diabetik gastroparesis adalah kerusakan saraf akibat nervus vagus (saraf no 10 ) yang berfungsi mengontrol pergerakan dari makanan didalam saluran ceran. Pada pasien dengan diabetes, lambung membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk mengosongkan isi lambungnya. Gejala termasuk rasa panas di lambung, mual, muntah dan memuntahkan makanan yang tidak dicerna dan adanya penurunan berat badan. Dalam kebanyakan kasus, terapi tidak akan menyembuhkan penyakit karena kondisi ini adalah kondisi kronis

Apa itu Diabetic Gastroparesis?

Gastroparesis, juga dikenal sebagai pengosongan lambung yang terhambat,  adalah kelainan dimana lambung membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk pengosongannya. Kondisi ini lebih sering didapatkan pada penderita dengan diabetes baik diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2  Gastroparesis juga bisa diakibatkan oleh sebab lain seperti

  • Sindroma post operasi lambung
  • Anorexia nervosa
  • Operasi di lambung atau mengenai nervus ( saraf ) vagus
  • Obat-obatan seperti  anticholinergics
  • Gangguan otot polos seperti  amyloidosis dan skleroderma
  • Penyakit yang mengenai saraf seperti parkinson
  • Penyakit metabolik seperti hipotiroid

Gastroparesis akan timbul jika saraf yang memsyarafi lambung ( nervus vagus)  rusak atau berhenti bekerja. Bila saraf vagus mengalami kerusakan, otot lambung dan usus tidak akan bekerja secaa normal dan pergerakan dari makanan akan terhambat  atau terhenti. Pada diabetes, akan terjadi  kerusakan dari saraf vagus bila kadar gula darah berada pada  kadar  yang tinggi dalam periode tertentu.  Kadar gula darah akan mengakibatkan perubahan  kimiawi pada saraf  melalui terbentuknya stress oxidative dan merusak pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrien terhadap saraf

 

Gejala

Bila anda menderita gejala di bawah ini, kemungkinan anda menderita gastropati diabetikum

  • Mual dan perut terasa terbakar
  • Mudah merasa kenyang
  • Memuntahkan makanan yang tidak tercerna
  • Kembung
  • Kurang nafsu makan
  • Gastroesophageal reflux  ( sensasi makanan kembali ke lambung)
  • Dinding perut terasa kaku

KOMPLIKASI DARI GASTROPARESIS DIABETIKUM

Bila makanan berada di dalam lambung terlalu lama, hal ini bisa mengakibatkan banyak masalah. Makanan yang mengendap terlalu lama di lambung akan menyebabkan pertumbuhan kuman akibat adanya fermentasi makanan. Makanan juga dapat mengeras, membentuk suatu masa yang keras, disebut sebagai bezoars yang bisa menyebabkan sumbatan di usus.

Diabetic gastroparesis juga akan menyebabkan diabetes semakin parah dengan semakin tingginya kadar gula darah sehingga semakin sukar untuk dikontrol. Bila makanan terlambat untuk diserap, maka makanan ini akan semakin lama diserap dan gula darah lama-lama akan meningkat.

Menegakkan Diagnosis

Diagnosis dari gastroparesis diabetik dikonfirmasi melalui satu atau beberapa pemeriksaan di bawah ini:

  • Barium x-ray
  • Radioisotope gastric-emptying scan
  • Gastric manometry
  • Blood tests
  • Endoskopi atas.

Terapi Gastroparesis Diabetik

Tujuan utama dari terapi diabetik gastroparesis adaah untuk menormalkan kadar gula darah. Berikut adalah terapi yang bisa diberikan

  • Obat anti diabetes
  • Insulin
  • Perubahan diet dan pola makan
  • Dalam kondisi yang parah mungkin diperlukan pemasangan nasogastric tube

Sangatlah penting untuk diingat bahwa dalam kebanyakan kasus, terapi tidak akan menyembuhkan gastroparesis diabetikum, karena kondisi ini adalah suatu kondisi kronis. Yang terpenting adalah untuk mengatur kadar gula darah sehingga kondisi tidak akan bertambah parah

More

Diabetes dan Puasa

Diabetes dan Puasa
Comments Off on Diabetes dan Puasa

diabetes dan puasa

 

Bagi kita umat beragama, puasa adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Buat anda yang sehat, tentu hal ini tidak menjadi masalah. Namun bagi anda yang memiliki diabetes, hal ini tentu memerlukan pemikiran tersendiri.

Agar anda sebagai diabetisi dapat menjalankan puasa tanpa merasa khawatir,berikut tips tips yang bisa anda terapkan

 

1. Lakukan persiapan jauh hari sebelum puasa. Cek gula darah anda, tekanan darah, fungsi ginjal, kolesterol, indeks massa tubuh dan berat badan sehingga bisa dilakukan stratifikasi risiko serta penyesuaian terapi untuk siap berpuasa.

2. Berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa dan patuhilah saran dokter anda

3. Atur komposisi makanan anda.

50% saat buka puasa berupa makanan ringan / segar sebelum sholat maghrib dan makanan padat sesudah sholat maghrib. Saat sahur hendaknya 40% dengan komposisi makanan padat. Jika kebutuhan masih dirasa kurang maka penderita diabetes dapat menambahnya 10% sesudah sholat tarawih dengan makanan ringan seperti buah, roti, susu,  disertai dengan konsumsi obat anti diabetes.

Jika anda merasa kesulitan dalam mengatur diet, anda dapat mengkonsultasikannya pada kami atau pada bagian gizi

 

4. Kurangi aktivitas  fisik di siang hari. Ganti aktivitas pada  sore hari. Jika gula anda  terkontrol dengan olah raga dan diet, lakukan olah raga maksimal 2 jam setelah berbuka puasa. Tujuannya adalah untuk mencegah periode hipoglikemik

5. Puasa  dihentikan jika kadar glukosa darah mencapai < 70 mg/dl atau jika kadar glukosa darah > 300 mg/dl . Segera konsultasikan pada dokter anda

 6. Memperlambat waktu sahur dan segera mendahulukan waktu berbuka .

 7. Kenali tanda hipoglikemi maupun hiperglikemi yang sering terjadi saat puasa. Tanda hipoglikemia seperti  seperti lemas, lapar, berdebar-debar, keringat dingin dan bahkan bisa sampai tidak sadarkan diri. Tanda hiperglikemi ( gula darah meningkat ) adalah merasa haus dan banyak kecing dalam jumlah banyak. Untuk mencegah hal ini terjadi, ada baiknya anda selalu membawa alat periksa gula darah ( glukostick ) beserta anda, serta makanan yang mengandung gula maupun obat anti diabetes.

 

Bagaimana mengenai pengaturan obat diabetes yang anda konsumsi ? Sebaiknya anda mengkonsultasikannya pada dokter anda. Akan tetapi, berikut adalah sekilas yang biasanya kami lakukan untuk pengaturan obat  diabetes bagi diabetisi

  1. Bagi diabetesi yang minum obat dengan dosis tunggal (sekali sehari), geserlah waktu minum obatnya, dari yang biasanya pagi menjadi saat berbuka
  2. Diabetesi  dengan OAD  dua kali, dosis obat saat pagi, diminum  saat berbuka puasa, sedangkan dosis  siang atau malam, diminum saat makan sahur dengan dosis setengahnya.
  3. Pengguna insulin ‘kerja panjang’ (disuntikkan sehari sekali ) seperti levemir dan lantus, dosis diberikan saat buka puasa. Sedangkan untuk insulin kerja cepat seperti Novorapid dan Apidra, dosis insulin yang diberikan pada saat makan sahur adalah separuh dari dosis yang biasa diberikan. Sedangkan dosis insulin yang diberikan pada saat berbuka puasa sama dengan dosis yang biasa diberikan.

 

Jika anda memiliki pertanyaan silahkan hubungi kami melalui email J

 

 

 

 

More

Diabetes dan Protein Kedelai

Diabetes dan Protein Kedelai
Comments Off on Diabetes dan Protein Kedelai

Fungsi Protein Kedelai Terhadap Diabetes

kedelai

Kedelai merupakan sumber  protein nabati murah yang tidak akan mengakibatkan penyumbatan pada  pembuluh darah anda sebagai  mana protein daging pada umumnya. Susu kedelai, diperkaya dengan kalsium, juga memberikan manfaat bagi siapa saja yang sensitif atau alergi terhadap susu sapi.

Manfaat Kedelai

1. Kedelai dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat.

Sebuah hubungan positif antara kedelai dan pencegahan kanker, menurut American Cancer Society menunjukkan bahwa sifat-sifat dalam kedelai dapat membantu mencegah terjadinya kanker prostat. Selain itu, produk kedelai  juga  dapat membantu mengurangi tekanan darah dan kolesterol.

2. Susu kedelai mengandung isoflavon.

Isoflavon dan hormon estrogen mengandung sifat kimia yang mirip. Susu kedelai juga mengandung protein dan kalsium. Jumlahnya bervariasi sesuai dengan merek dan tipe, tetapi lebih baik dibandingkan dengan susu. 8 oz. susu kedelai kaca berisi sekitar 7 g protein dan 300 mg kalsium.

3. Kedelai mengandung angka glikemik indeks yang rendah.

Dengan demikian, konsumsi protein kedelai tidak akan meningkatkan kadar gula darah anda dibandingkan jika anda mengkonsumsi nasi putih biasa

Sudahkan anda mengkonsumsi kedelai hari ini ?

More