All posts in Medic Blog

Tips Naik Pesawat Terbang untuk Penderita Diabetes

Tips Naik Pesawat Terbang untuk Penderita Diabetes

pemeriksaan naik pesawatTips Naik Pesawat Terbang untuk Penderita Diabetes

Seorang penderita diabetes juga ingin hidup normal seperti kebanyakan orang yang tidak menderita diabetes. Seorang diabetisi  juga ingin berpergian seperti wisata jauh ke suatu tempat yang mereka dambakan dengan menggunakan pesawat terbang.

Bagi penderita diabetes yang membawa alat bantu diabetes yang ingin berpergian menggunakan pesawat terbang mungkin akan menghadapi beberapa masalah ketika mereka akan melalui tempat pengecekan keamanan penumpang seperti pemeriksaan sinar X dan detektor logam (metal detector) yang biasanya dipasang di setiap pintu masuk ke ruang check in dan ruang tunggu di setiap bandara.

Masalah di Bandara untuk Penderita Diabetes Type1:

 

Jika Anda penderita diabetes tipe1 ingin berpergian dengan pesawat terbang ada sangat besar kemungkinan Anda akan menghadapi banyak masalah ketika Anda hendak melewati tempat2 pemeriksaan keamanan penumpang seperti pintu masuk check in dan pintu masuk ke ruang tunggu di bandara.

Seperti kita ketahui bahwa penderita diabetes tipe 1 sangat tergantung pada asupan insulin. Penderita diabetes tipe 1 tidak akan memberikan respon terhadap penggunaan obat anti diabetes.  Ketergantungan terhadap asupan insulin ini akan menyebabkan penderita diabetes tipe 1 harus mempersiapkan alat bantu diabetes secara lengkap seperti misalnya insulin, jarum suntik, pompa insulin, pena insulin, alat test gula darah, tes strip, batere dan alkohol. Kesemua alat bantu ini biasanya disimpan dalam sebuah box khusus dan selalu harus dibawa jika berpergian jauh. Peralatan bantu diabetes diatas kemungkinan akan mendapatkan pemeriksaan khusus di bandara. Masalah yang akan timbul disini adalah adalah adanya larangan membawa senjata tajam (alat suntik termasuk kategori senjata tajam) dan cairan tertentu seperti alkohol didalam pesawat terbang.

alat pemindai insulinUntuk penderita diabetes tipe 1 yang harus menggunakan pompa insulin yang setiap saat harus diletakkan di tubuhnya akan menghadapi masalah ketika mereka akan melewati pintu detektor logam. Alat peringatan  detektor akan berbunyi dan tubuh mereka akan segera diperiksa.  oleh petugas keamanan dengan cara meraba seluruh badan mereka. BERHATI-HATI LAH! Ada kemungkinan petugas keamanan akan mengeluarkan (baca: mencabut) pompa insulin Anda seketika itu juga dari tubuh Anda! Tindakan ini akan sangat berbahaya!

Sangat disarankan kepada penderita diabetes tipe1 yang menggunakan pompa insulin sebaiknya segera melaporkan kepada petugas keamanan sebelum melewati alat deteksi logam bahwa Anda terpaksa harus menggunakan pompa insulin ditubuh Anda dan tidak dilepaskan karena Anda memang sangat membutuhkan asupan insulin pada saat itu. Mintalah petugas keamanan melakukan prosedur pemeriksaan lainnya untuk memastikan Anda memang aman sebagai salah satu penumpang pesawat. Prosedur pemeriksaan khusus bisa berupa pemeriksaan dalam ruang tertutup dimana Anda bisa menunjukkan pompa insulin Anda kepada petugas keamanan atau petugas medis.

Masalah di Bandara untuk Penderita Diabetes Tipe2:

Hambatan yang akan dihadapi oleh penderita diabetes tipe 2 tidak akan sebesar penderita tipe1. Karena pada umumnya alat bantu diabetes tipe 2 yang akan dibawa serta dalam perjalanan hanya berupa obatan, alat test gula darah, test strip dan alkohol (untuk penderita kronis tipe 2 mungkin perlu membawa pena insulin, insulin dan jarum suntik).

Alat bantu diabetes seperti diatas biasanya akan diletakkan dalam koper atau tas perjalanan Anda dan akan diperiksa melalui sinar X (Ingatlah: alat suntik termasuk kategori senjata tajam dan cairan seperti alkohol dilarang dibawa didalam pesawat terbang).

Tips:

Bagi penderita yang sering mengalami hipoglikemia (kadar gula darah rendah) sebaiknya melaporkan diri Anda kepada petugas bandara bahwa Anda adalah seorang penderita diabetes yang sering mengalami hipoglikemi (kadar gula darah rendah) atau sebaiknya Anda membawa beberapa butir permen dalam perjalanan.

More

Diabates dan Skrining

Diagnosis dan Skrining Diabetes

Diabetes adalah salah satu penyakit metabolik terbanyak di dunia dan paling banyak mengakibatkan kecacatan dantaranya adalah kaki diabetes, serangan jantung, gangguan pada otak dan gangguan ginjal

Seperti yang selalu dikatakan, pencegahan jauh lebih baik daripada memberikan terapi. Oleh karenanya skrining terhadap diabetes sangatlah penting.

Mereka yang harus dilakukan skrining terhadap diabetes adalah:

  1. Usia diatas  45 tahun
  2. Dengan berat badan berlebih juga dan jarang melakukan aktivitas fisik
  3. Terdiagnosis dengan gangguan toleransi glukosa
  4. Riwayat keluarga dengan Diabetes
  5. Tekanan darah tinggi
  6. HDL <  35mg/dl  dan atau trigliceryde >  250mg/dl or higher

Tiga pemeriksaan yang berguna untuk mendeteksi prediabetes yaitu

  1. Gula Darah puasa (GDP). Anda akan diperiksa pada pagi harinya  setelah berpuasa semalaman dan pemeriksaan  dilakukan sebelum makan pagi
  2. Tes toleransi Gluksa Oral (TTGO): Tes ini juga dilakukan sebelum makan pagi setelah anda berpuasa. Anda kemudian akan  diperiksa 2 jam lagi setelah anda meminum glukosa  dalam jumlah tertentu yang disediakan
  3. Hemoglobin A1C : tindakan ini dilakukan tanpa anda perlu berpuasa dan berfungsi untuk mengukur kadar gula rerata dalam 3 bulan terakhir

 

  GDP ( Gula darah puasa ) TTGO (2 jam  setelah konsumsi glukosa tertentu ) HbA1C
Normal Kurang dari  100 mg/dl 140 mg/dl atau kurang 5.6% atau kurang
Pre-diabetes Antara 100 dan kurang dari 126 mg/dl > 140 dan kurang dari  200 mg/dl 5.7-6.4%
Diabetes Lebih dari  126 mg/dl Lebih dari 200 mg/dl 6.5%  atau lebih

 

Gula darah normal setelah mengkonsumi glukosa adalah sekitar 140 mg/Dl atau dibawah nilai tersebut. Dikatakan sebagai pre diabetes jika diukur antara 140 mg/dL -199mg/dL dan diabetes jika lebih dari  200mg/dL.

Memiliki Diabetes tidak selalu berarti anda akan menderita diabetes pada akhirnya. Pasien dengan pre diabetes dapat menghambat diabetes terjadinya diabetes dengan cara mengatur kadar gula darahnya. Salah satu yang terpenting, anda perlu untuk mengurangi berat anda 5 hingga 10 persen dari berat anda saat ini dan melakukan aktivitas fisik yang akan membantu tubuh untuk menggunakan insulin untuk mengubah makanan menjadi energi. Dokter anda dan juga nutrisionist anda dapat membantu anda untuk memperoleh berat yang anda inginkan dan juga kesehatan anda secara keseluruhan

 

More

DIABETES DAN GANGGUAN GINJAL

Apakah Gagal Ginjal terkait Diabetes itu ?

Diabetes dapat mempengaruhi ginjal dengan merusak  unit  penyaringan di ginjal yang disebut sebagai glomerulus. Pada akhirnya akan terjadi kebocoran protein di ginjal, tekanan darah tinggi dan menurunnya fungsi ginjal, yang dikenal sebagai Nefropati diabetik. Nefropati diabetik ini merupakan salah satu dari 3 penyebab utama gagal ginjal selain karena batu dan akibat darah tinggi. Sekitar 25% pasien yang membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal di australia ternyata memiliki nefropati diabetik

Siapa yang akan terkena ?

Nefropati Diabetik terjadi pada sekitar 20 hingga 30 persen dari penderita diabetes dan umumnya akan mulai terjadi dalam 5 tahun setelah menderita diabetes. Hingga saat ini tidak diketahui mengapa ada yang terkena diabetes nefropati dan ada yang tidak terkena diabetes nefropati . Akan tetapi ada beberapa faktor yang tampaknya mempengaruhi seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), kadar gula yang tinggi, riwayat keluarga dengan penyakit ginjal dan merokok.

Apa saja gejala Nefropati Diabetes ?

Bila anda mengalami gangguan ginjal anda akan merasakan rasa mual, perut terasa nyeri, cepat lelah , sesak nafas , gatal pada kulit, tekanan darah meningkat, nyeri tulang, jumlah kencing yang berkurag dan lama lama didapatkan adanya perubahan pada kulit anda

Bagaimana nefropati diabetes didiagnosis ?

Diagnosis akan ditegakkan dengan pemeriksaan dini yaitu mikroalbumin ataupun dengan pemeriksaan ACR ( Albumin creatinine ratio )

Pencegahan dan Terapi  Diabetic Nephropathy

1. Gula darah

  1. Kontrol gula darah secara ketat akan menghambat dan mencegah perkembangan dari penyakit ginjal dan komplikasinya
  2. Tekanan Darah

Kontrol Tekanan darah dengan target sekitar 130/80 mmHg , dan 120/70 jika didapatkan kebocoran protein yang lebih banyak ( 1 gram per hari ). Dokter anda akan memilih obat golongan ACE inhibitor maupun ARB untuk mengurangi kebocoran protein di ginjal anda .

2. Menurunkan kolesterol atau lemak di dalam darah

Kontrol dari kolesterol dan trigliserida akan menghambat kerusakan  pembuluh darah dan akan menghambat penurunan dari fungsi ginjal . Jika dengan diet ternyata tidak membantu, maka dapat diberikan obat untuk menurunkan kadar kolesterol

3.      Diet rendah protein

Penelitian telah menunjukkan bahwa diet rendah protein akan membantu menurunkan fungsi ginjal pada pasien yang menderita kerusakan ginjal. Anda akan diberikan diet rendah protein yaitu sekitar 0,6 gram per kg BB atau 0,8 gram per kg BB tergantung pada kondisi ginjal anda. Sebaiknya konsultasikan pada dokter anda dan ahli gizi anda

4.      Stop Merokok

Telah diketahui bahwa merokok sangat terkait pada taraf dari arterosklerosis  kekakuan pada pembuluh darah. Merokok juga menyumbang terhadap timbulnya mikroalbuminuria pada pasien dengan nefropati diabetik dan akan memperparah kerusakan ginjal yang sudah ada

APA YANG TERJADI JIKA GINJAL ANDA RUSAK

Bila ginjal anda sudah mengalami gagal ginjal secara keseluruhan, anda akan menjalankan cuci darah ( hemodialisis ) baik dengan menggunakan ginjal buatan maupun melalui peritoneum ( selaput didnding perut ) anda sendiri . Tindakan lain yang bisa dilakukan adalah melalui tranplantasi ginjal

More

Diare pada penderita Diabetes

Pasien dengan diabetes lebih mudah  terkena diare kronis (diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu ) dibanding dengan popuasi normal.

Ada beberapa penyebab mengapa diare diabetes ini sering timbul. Penyebabnya antara lain karena adanya pertumbuhan bakteri di usus, gangguan pada pankreas yang sering terjadi pada diabetes yang mengakibatkan terjadinya penyerapan nutrien yang buruk dan akibat  satu kondisi yang disebut sebagai neuropati diabetik. Penyebab lainnya dari diare kronis pada penderita diabetes yang bisa ditemukan adalah infeksi virus atau bakterial dan kondisi medis tertentu

Gejala dari diare  diabetikum ini adalah diare akan terjadi terutama pada malam hari, kumat-kumatan dan dapat diselingi oleh periode obstipasi (sukar buang air besar)  dimana penderita biasanya tidak mampu untuk mengontrol kondisi tersebut  .

Pada pasien dengan diabetes dengan berlalunya waktu sering terjadi pada kerusakan saraf di seluruh tubuh yang dikenal sebagai neuropati diabetik. Kondisi ini akan mengakibatkan terjadinya mati rasa dan kadang kala terasa lemah dan nyeri di daerah lengan, kaki dan tangan. Neuropati ini juga bisa terjadi di bagian lain termasuk di traktus gastrointestinal.

Neuropati diabetik ini akan lebih mudah terjadi pada penderita  diabetes  yang :

  • Memiliki kesukaran untuk mengontrol gula darah
  • Memiliki kadar yang tinggi dari kadar lemak dan tekanan darah
  • Dengan berat badan berlebih
  • Usia diatas 40 tahun

Diagnosis akan ditegakkan dengan pemeriksaan untuk melihat kadar gula darah anda seperti dengan pemeriksaan GDP, 2 jam PP, HbA 1c , amilase , lipase dan pemeriksaan kolonoskopi

Dengan  pemeriksaan kolonoskopi dapat dideteksi adakah penyebab seperti kanker atau diabetes sebagai penyebab diare kronis

Jika anda terdiagnosis menderita diabetes gatropati, dokter anda akan memberikan beberapa obat seperti insulin atau obat anti diabetes untuk mengontrol gula darah anda, metocloperamide, domperidone atau antibiotik seperti eritromisin

Tentunya, anda sendiri harus berolah raga dan mengatur pola makan

Salam sehat

More

Diagnosis Diabetes dan Pre Diabetes

Diagnosis Diabetes dan Pre Diabetes

Skrining Diabetes
Skrining DiabetesMungkin anda tidak pernah terpikir unuk dilakukan tes terhadap diabetes.  Apabila anda menderita gejala seperti rasa haus yang meningkat, banyak berkemih, rasa lelah, mata kabur, luka yang tidak sembuh-sembuh, berkurangnya sensasi (baal) pada kaki anda dan penurunan berat badan, anda mungkin menderita diabetes . Bila anda memiliki saudara dekat , orang tua, kakak atau adik dengan diabetes, anda harus memberikan perhatian lebih.Meningkatnya berat badan, jarang beraktivitas dan bertambahnya usia merupakan faktor risiko yang akan memicu timbulnya diabetes tipe 2.

 

Diagnosis  Diabetes

Pre-diabetes
Sebelum anda menderita diabetes tipe dua, kebanyakan penderita akan menderita  gejala pre diabetes. Pre diabetes adalah kondisi dimana kadar gula darah jika lebih tinggi dari normal tetapi tidak memenuhi kriteria diabetes. Walaupun belum menjadi diabetes, tetap saja kondisi ini akan menyebabkan kelainan pada jantung dan pembuluh darah. Kadar gula pada prediabetes bervariasi dimana kadar gula puasa ( GDP )berkisar  ±100mg/dl sampai  126mg/dl;  Gula darah 2 jam sesudah makan berkisar antara 140 mg/dl hingga  200mg/dl atau  Hb A1C 5.7-6.4 %

Diabetes ditegakkan jika
– GDP  ±126mg/dl pada dua kali pemeriksaan
– GD  2  jam PP ( 2 jam  Sesudah makan )   ±200mg/dl pada dua kali pemeriksaan
– GDA ( gula darah acak ) 200mg/dl disertai adanya gejala
– Hg A1C diatas  6.5 %

Cara terbaru untuk diagnosis Diabetes

The American Diabetes Association dan  International Diabetes Federation mengumumkan bahwa  glycated hemoglobin test, umumnya disebut tes Hb A 1 c  dapat digunakan untuk mendiagnosis diabetes. Tes ini menggambarkan  kadar gula darah dalam tiga bulan terakhir.  Bila  hemoglobin A1C  anda diatas  6.5 atau lebih dalam dua kali pemeriksaan,  anda akan didiagnosis sebagai penderita diabetes, kecuali bila ada kondisi spesial seperti kelainan darah ( anemia), hemodialisis atau kehamilan.

Tes lain
OGTT (Oral Glucose Tolerance Test) : Tes ini adalah tes untuk skrining diabetes pada kehamilan. Tes ini umumnya dilakukan pada usia kehamilan 24 hingga 28 minggu.

C-Peptide Test
Tes  C-peptide  dilakukan untuk menentukan papakah insulin cukup diproduksi oleh sel beta pakreas.Pasien dengan diabetes tipe satu akan memiliki kadar insulin yang rendah atau bahkan tidak ada produksi insulin, sehingga pada diabetes tipe satu akan didapatkan kadar c peptide yang rendah.

More

Apa itu Arthroscopy ?

Apa itu Arthroscopy ?

Arthroscopy (baca: artroskopi), berasal dari kata arthros: sendi dan scope: melihat. Jadi, Arthroscopy adalah prosedur untuk melihat (mendiagnosis) sekaligus mengobati masalah sendi.
Selama Arthroscopy, dokter spesialis orthopaedi memasukkan instrumen sebesar pensil, berisi kamera video serat optik, melalui sayatan kecil seukuran kancing. Pandangan dalam sendi Anda ditransmisikan ke monitor video.

Arthroscopy memungkinkan dokter spesialis orthopaedi untuk melihat ke dalam sendi Anda tanpa harus membuat sayatan besar. Dokter spesialis orthopaedi bahkan dapat memperbaiki beberapa jenis kerusakan sendi selama Arthroscopy, dengan instrumen bedah yang dapat dimasukkan melalui sayatan kecil tambahan.

More