Blog Section

Mengenal Cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament)

cedera acl

Salah satu cedera lutut yang paling sering adalah cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament).

Di AS, angka kejadian cedera ACL diperkirakan 200.000 kasus per tahun, dengan 100.000 prosedur rekonstruksi ACL setiap tahun.

Atlit yang ikut serta dalam olah raga resiko tinggi seperti sepakbola, futsal, dan bola basket lebih cenderung untuk mengalami cedera ACL.

Sebagian besar (70 persen) cedera ACL diakibatkan oleh mekanisme cedera non kontak (tanpa benturan dengan orang lain), di mana sebagian sisanya disebabkan oleh kontak langsung dengan pemain lain.

Jika Anda mengalami cedera ACL, Anda mungkin memerlukan tindakan rekonstruksi ligamen untuk memperoleh fungsi penuh dari lutut Anda. Tetapi hal ini tergantung dari beberapa faktor, seperti derajat cedera dan tingkat aktivitas Anda.

Ada tiga buah tulang yang membentuk lutut Anda: tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tulang tempurung (patella). Tulang tempurung Anda terletak di sebelah depan untuk memberikan perlindungan terhadap lutut Anda.
Tulang-tulang ini terhubung satu dengan yang lain oleh ligamen demikian pula ada empat buah ligamen utama pada lutut yang saling mendukung lutut

Kurang lebih setengah dari semua cedera ACL juga dapat disertai cedera struktur yang lain pada lutut, seperti tulang rawan sendi, meniskus, atau cedera ligamen yang lainnya.

Ligamen yang cedera diistilahkan dengan “sprains” dan digolongkan menjadi beberapa derajat keparahan.

Derajat 1. Ligamen mengalami kerusakan yang ringan. Ligamen ini mengalami sedikit tarikan, tetapi masih dapat mempertahankan kestabilan sendi lutut Anda.

Derajat 2. Cedera ini mengakibatkan ligament tertarik dimana kondisi ini menyebabkan ligamen menjadi lebih longgar. Kondisi ini diistilahkan dengan robekan parsial ligamen.

Derajat 3. Jenis cedera ini diistilahkan dengan robekan penuh ligamen. Ligamen menjadi dua bagian, dan lutut menjadi tidak stabil.

Cedera derajat 2 merupakan tipe yang jarang; dimana sebagian besar cedrea ACL merupakan cedera dengan robekan total atau hampir total.

Penyebab

ACL dapat cedera yang disebabkan oleh beberapa mekanisme :
• Gerakan berubah arah secara cepat
• Gerakan berhenti mendadak
• Memperlambat kecepatan saat berlari
• Mendarat secara tidak benar saat melompat
• Cedera akibat kontak langsung atau bertabrakan, seperti diganjal pada olah raga sepakbola.

Beberapa pengamatan menunjukkan bahwa atlit wanita mempunyai angka kejadian cedera ACL yang lebih tinggi dibandingkan atlit laki-laki pada olahraga tertentu.

Hal ini dikarenakan adanya perbedaan kondisi fisik, kekuatan otot, dan pengendalian otot. Hal lainnya disebabkan perbedaan bentuk panggul dan bentuk tungkai bawah, tingkat keregangan ligamen, dan efek dari hormone estrogen pada ligamen.

Gejala

Ketika ACL Anda cedera, Anda mungkin dapat mendengar suara “popping” dan merasakan lutut Anda goyang.

Gejala yang lainnya :
• Nyeri dan bengkak. Dalam 24 jam, lutut Anda akan membengkak.

Jika dibiarkan, bengkak dan nyeri ini akan berkurang dengan sendirinya. Bagaimanapun, jika Anda mencoba kembali untuk berolahraga, lutut Anda akan terasa tidak stabil dan berisiko untuk mengalami cedera lebih lanjut pada meniscus Anda.
• Kehilangan gerakan lutut secara penuh
• Nyeri pada sekitar lutut Anda bila ditekan
• Rasa tidak nyaman saat berjalan kaki
Pemeriksaan Fisik
Pada kunjungan awal, dokter akan menanyakan tentang gejala yang Anda alami setelah cedera dan riwayat kejadian.
Pada pemeriksaan lutut Anda, dokter Anda akan memeriksa semua struktur pada lutut Anda yang cedera, dan membandingkan dengan lutut Anda yang tidak cedera.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan lain yang mungkin akan dapat membantu dalam mendiagnosis termasuk :

1.X ray. Meskipun pemeriksaan ini tidak dapat menunjukkan cedera pada ACL Anda, tetapi pemeriksaan ini dapat menunjukkan adanya cedera penyerta pada tulang disekitar lutut Anda.

2.MRI (Magnetic Resonance Imaging) scan. Pemeriksaan ini menghasilkan gambar yang lebih baik terhadap jaringan lunak seperti ACL. Bagaimanapun juga, kadang-kadang MRI tidak diperlukan untuk menegakkan diagnosis cedera robekan penuh ACL

Penanganan

Penanganan pada cedera ACL yang robek dapat berbeda tergantung pada kebutuhan pasien. Contohnya, atlit yang masih berusia muda dan ingin terlibat dalam kegiatan olehraganya sangat mungkin memerlukan tindakan rekonstruksi untuk dapat kembali ke tingkat aktivitas sebelumnya secara aman. Tetapi pada orang yang lebih tua dan tidak terlalu aktif dalam kegiatan olah raga dapat kembali beraktivitas pada tingkat aktivitas sehari-hari tanpa harus menjalani rekonstruksi.

Non Bedah

ACL yang telah robek tidak akan sembuh tanpa rekonstruksi. Tetapi penanganan non bedah mungkin cukup efektif pada pasien yang berusia tua atau mempunyai tingkat aktivitas yang rendah. Jika stabilitas lutut secara umum masih baik, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan penanganan non bedah.

Bracing (penyangga).

Alat ini berfungsi untuk menyangga lutut Anda terhadap ketidakstabilan. Untuk melindungi lutut Anda lebih jauh, mungkin Anda akan disarankan menggunakan tongkat penyangga tubuh untuk menghindari pembebanan pada lutut Anda yang cedera.

Terapi fisik.

Setelah pembengkakan mulai berkurang, program rehabilitasi dapat mulai dilakukan. Latihan yang spesifik akan mengembalikan gerakan lutut Anda dan dengan melatih kekuatan otot tungkai bawah yang akan menyangga lutut Anda yang cedera.

Terapi Bedah

Mengembalikan ligamen. ACL yang robek tidak dapat dijahit kembali. Untuk memperbaiki ACL yang robek dan mengembalikan stabilitas sendi lutut, ligamen haruslah direkonstruksi.

Dokter Anda akan mengganti ligamen yang robek dengan jaringan yang lain.

Semoga bermanfaat

Dr Megaputera SpOT
#dokterbedahlutut
#dokterlutut
#operasiacl #rekonstruksiacl #operasialdenganbpjs #acl #cideraacl #ciderapcl

Www.surabayakneecentre.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *